Menuju Kampus Berdaya Saing Global, UPGRI Pontianak Terapkan Kurikulum OBE

Universitas PGRI Pontianak kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. 

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
WORKSHOP PENYUSUNAN KURIKULUM - Suasana Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE), Kamis 26 Februari 2026, di Aula Rektorat Lantai 4. 

Ringkasan Berita:
  • Melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi UPGRI Pontianak (LPPP), kampus ini menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE), Kamis 26 Februari 2026, di Aula Rektorat Lantai 4.
  • Workshop tersebut diikuti perwakilan dosen dari empat fakultas. Setiap program studi mengutus tiga dosen untuk terlibat aktif dalam penyusunan dan penyempurnaan kurikulum berbasis capaian pembelajaran.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Universitas PGRI Pontianak kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. 

Melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi UPGRI Pontianak (LPPP), kampus ini menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE), Kamis 26 Februari 2026, di Aula Rektorat Lantai 4.

Workshop tersebut diikuti perwakilan dosen dari empat fakultas. Setiap program studi mengutus tiga dosen untuk terlibat aktif dalam penyusunan dan penyempurnaan kurikulum berbasis capaian pembelajaran.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Sulistyorini dan Afandi. Keduanya memaparkan urgensi implementasi OBE sebagai pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang jelas, terukur, serta relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan standar akreditasi nasional maupun internasional.

Workshop dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UPGRI Pontianak, Aunurrahman. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penerapan kurikulum berbasis OBE merupakan langkah strategis yang tidak bisa ditunda.

Menurutnya, penyesuaian kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) harus dilakukan agar proses pembelajaran lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kurikulum yang baik bukanlah kurikulum yang mempersulit mahasiswa, melainkan yang memfasilitasi mahasiswa untuk lulus tepat waktu dengan kompetensi yang terukur dan relevan,” tegasnya.

Baca juga: Warga Desa Ujung Bayur Embaloh Hilir Diberikan Pemahaman Larangan PETI, Ancaman Hukuman Pidana

Ia juga menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai strategis nasional seperti Asta Cita serta dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dalam struktur kurikulum.

Dalam sesi materi, para narasumber menegaskan bahwa OBE bukan sekadar perubahan administratif dalam dokumen kurikulum, melainkan transformasi paradigma pembelajaran secara menyeluruh.

Setiap proses pembelajaran harus dirancang dari hasil akhir yang ingin dicapai. Dari sana, diturunkan ke struktur kurikulum, RPS, metode pembelajaran, hingga sistem evaluasi yang terintegrasi.

Artinya, capaian lulusan menjadi titik tolak utama, bukan sekadar penyusunan mata kuliah.

Melalui workshop ini, UPGRI Pontianak berharap setiap program studi mampu menyusun dan mengimplementasikan kurikulum berbasis OBE secara komprehensif.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan institusi dalam memperkuat tata kelola akademik, meningkatkan daya saing nasional maupun internasional, serta menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, profesional, dan siap menghadapi dinamika global.

Bagi UPGRI Pontianak, transformasi kurikulum bukan sekadar memenuhi standar akreditasi, tetapi investasi jangka panjang untuk kualitas lulusan. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved