Ramadhan 2026

Ramadan dan Idul Fitri, BBPOM Pontianak Tingkatkan Intensifikasi Pangan

Nah kebetulan kalau di hari-hari besar ya misalnya di bulan ramadhan, terus mendekati idul fitri terus nanti di Nataru, yang Natal dan Tahun Baru

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
PENGAWASAN MAKANAN - Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pontianak, Dra. Harian, Apt menjelaskan bahwa pengawasan rutin sebenarnya dilakukan sepanjang tahun. 

Ringkasan Berita:
  • Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pontianak, Dra. Harian, Apt menjelaskan bahwa pengawasan rutin sebenarnya dilakukan sepanjang tahun.
  • Namun, pada momen hari besar keagamaan seperti Ramadan, Idulfitri hingga Natal dan Tahun Baru (Nataru), pengawasan dilakukan lebih ketat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pontianak meningkatkan pengawasan pangan selama bulan Ramadan. Pengawasan ini dilakukan secara lebih intensif dibanding hari biasa, terutama untuk memastikan keamanan makanan yang beredar di masyarakat.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pontianak, Dra. Harian, Apt menjelaskan bahwa pengawasan rutin sebenarnya dilakukan sepanjang tahun.

"Di bulan ramadhan barangkali, jadi pengawasan kami itu kan sebetulnya yang rutin itu dari Januari sampai dengan Desember ya. Jadi badan BPOM ke lapangan ngawasin ya, sepanjang tahun sebenarnya," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, di Ruang Kerja nya, Jl DR Soedarso, Selasa 24 Februari 2026.

Namun, pada momen hari besar keagamaan seperti Ramadan, Idulfitri hingga Natal dan Tahun Baru (Nataru), pengawasan dilakukan lebih ketat.

MUTIARA RAMADAN - Puasa di Tengah Ketidakpastian Ekonomi: Ujian Kesabaran Kolektif

"Nah kebetulan kalau di hari-hari besar ya misalnya di bulan ramadhan, terus mendekati idul fitri terus nanti di Nataru, yang Natal dan Tahun Baru, itu namanya pengawasan intensif, lebih intensif," jelasnya.

Menurutnya, selama Ramadan permintaan masyarakat terhadap makanan meningkat signifikan. Karena itu, pengawasan difokuskan pada intensifikasi pangan, khususnya bahan makanan. 

"Nah terus kalau untuk di ramadhan ini tentu saja yang paling banyak dibutuhkan atau permintaan yang paling banyak pasti makanan. Nah makanya dikatakanlah pengawasan intensifikasi pangan seperti itu, ataupun makanan lah istilahnya," katanya.

Pengawasan intensifikasi pangan diprioritaskan dari hulu, yakni distributor sebagai sumber utama peredaran barang, kemudian berlanjut ke retail hingga pasar-pasar tradisional.

"terus untuk khusus di bulan ramadhan ini sendiri, kita pengawasan intensifikasi pangannya itu yang pertama diprioritaskan ke distributor. Distributor itu kan sumber ya, sumber dari distributor, nanti masuk ke retail, retail sampai dengan nanti di pasar-pasar," terangnya.

Dalam pengawasan di pasar, BBPOM berkolaborasi dengan satgas pangan pemerintah daerah, baik tingkat kota maupun provinsi. Selain itu, pengawasan juga menyasar takjil atau pangan siap saji yang banyak dijual selama Ramadan.

" di pasar-pasar ini biasanya kita kolaborasi dengan satgas pangan pemda, baik kota maupun provinsi. Terus selain itu nanti ada pengawasan takjil, takjil itu kan sebetulnya pangan siap saji, nah itu kita kolaborasi dengan teman-teman dinas kesehatan," ungkapnya.

Untuk takjil, petugas melakukan uji cepat di lokasi. Sampel dibeli dari pedagang, kemudian diuji menggunakan mobil laboratorium keliling.

"Khusus untuk takjil ini, kita tuh melakukan uji cepat, uji cepat di lokasi ya, maksudnya bukan di gerainya ya. Kita sampling, kita beli ya kita sampling, tapi beli ya bukan kita ambil. Terus nanti kita bawa ke mobil kita uji cepat untuk melihat itu terhadap, jangan sampai ada kandungan bahan berbahaya gitu," jelasnya.

Adapun bahan berbahaya yang menjadi perhatian antara lain boraks, formalin, serta pewarna tekstil yang tidak diperuntukkan bagi makanan.

"Bahan berbahayanya misalnya ada boraks, terus ada formalin, terus atau menggunakan pewarna yang tidak untuk makanan ya. Kalau pelanggaran itu biasanya pewarnanya menggunakan pewarna tekstil. Bukan biasanya ya, ada, ada yang menggunakan," tegasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved