Harga Bahan Pokok di Pasar Flamboyan Naik Jelang Puasa Ramadan
Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Flamboyan mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadan dan perayaan Imlek.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Salah satu pedagang, Marianto, mengatakan hampir seluruh komoditas tersebut naik dibandingkan harga normal.
- Ia mencontohkan, harga kol yang sebelumnya berkisar Rp10.000–Rp12.000 per kilogram kini naik menjadi Rp15.000–Rp16.000. Cabai juga mengalami lonjakan dari Rp65.000 menjadi Rp80.000 per kilogram.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Flamboyan mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadan dan perayaan Imlek.
Kenaikan terjadi pada komoditas hortikultura seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kentang, wortel, hingga kol.
Salah satu pedagang, Marianto, mengatakan hampir seluruh komoditas tersebut naik dibandingkan harga normal.
"Sekarang kebutuhan barang pokok di Pasar Flamboyan ini agak mengalami kenaikan seperti bawang merah, bawang putih, cabai, cabai keriting, cabai rawit, kentang, wortel. Rata-rata mengalami kenaikan, kol juga naik," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, Rabu 18 Februari 2026.
Ia mencontohkan, harga kol yang sebelumnya berkisar Rp10.000–Rp12.000 per kilogram kini naik menjadi Rp15.000–Rp16.000. Cabai juga mengalami lonjakan dari Rp65.000 menjadi Rp80.000 per kilogram.
"Kalau bawang merah drastis naiknya. Kemarin sempat dihebohkan sampai viral, ada yang jual Rp100.000," kata Marianto.
Selain itu, harga bawang bombai di pasaran Flamboyan naik dari Rp20.000 menjadi Rp50.000 per kilogram. Kentang impor yang tidak masuk ke pasar turut memicu kenaikan harga.
Baca juga: Pemprov Kalbar Tetapkan Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 1447 Hijriah
"Kentang impor tidak masuk, jadi harga mahal. Harga jual Rp18.000 sampai Rp20.000. Sekarang sudah mulai turun, ada yang jual Rp80.000, Rp60.000, Rp70.000. Kalau saya jual Rp60.000 sampai Rp70.000, dari sebelumnya Rp80.000," jelasnya.
Marianto menyebut kenaikan harga dipengaruhi kebijakan pembatasan impor sehingga pasokan didominasi produk lokal.
"Karena larang impor. Barang impor tidak boleh masuk. Sekarang pakai barang lokal. Bawang dari Jawa, cabai dari Pontianak, cabai keriting dan cabai lokal dari Sanggau, bawang putih juga dari Jawa," tuturnya.
Meski harga naik, ia memastikan stok mencukupi untuk kebutuhan Ramadan.
"Karena bertepatan puasa dan Imlek, kami menyediakan barang secukupnya. Dari sebelum Imlek sudah siap," katanya.
Selama Ramadan, menurutnya, jumlah pembeli juga meningkat.
"Dalam bulan puasa ini, kami mengalami kenaikan pembeli. Biasanya beli sedikit, ada yang satu ons, setengah kilo, seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit," tambahnya.
Ia berharap pemerintah dan masyarakat dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
"Yang penting harga kebutuhan pangan, stok cukup dan tidak terlalu tinggi. Untuk masyarakat, harga stabil agar penjual pun tidak merugi," pungkas Marianto. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Tawarkan Sensasi Ambil Sendiri, Makan Lahap Hadirkan Pengalaman Makan Berbeda |
|
|---|
| Dukung Kesejahteraan Driver, Warga Tetap Soroti Risiko Kenaikan Tarif Ojol |
|
|---|
| Tangis Iringi Pemakaman Militer Praka Anumerta Aprianus di Sintang |
|
|---|
| DPRD Kota Pontianak Sambut Baik Kebijakan Penurunan Potongan Ojol Maksimal 8 Persen |
|
|---|
| Seorang Pria Meninggal Dunia Laka Lantas di Bengkayang, Diduga Ditabrak Truk dan Pelaku Kabur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Marinto-saat-melayani-pembeli.jpg)