Cahaya Obor dan Lampion Menyatu, Simbol Harmoni Ramadhan dan Imlek di Pontianak
Dua perayaan hari raya keagamaan, Ramadhan dan Tahun Baru Imlek 2026, berlangsung beriringan dan penuh makna
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, tampak hadir dalam dua perayaan besar tersebut. Ia terlebih dahulu membuka sekaligus mengikuti Pawai Obor Akbar Ramadhan 2026 pada Senin 16 Februari 2026 malam.
- Usai menghadiri pawai obor, Gubernur Ria Norsan langsung melanjutkan agenda dengan menghadiri malam perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang digelar oleh Perkumpulan Hong Long Sie Ke (Marga Yo) di Jalan Gajah Mada.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dua perayaan hari raya keagamaan, Ramadhan dan Tahun Baru Imlek 2026, berlangsung beriringan dan penuh makna di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.
Momentum inipun menjadi simbol kuat harmoni dan toleransi antar umat beragama di Bumi Khatulistiwa.
Pantauan di lapangan, cahaya obor menghiasi sepanjang Jalan Ahmad Yani saat pelaksanaan Pawai Obor Akbar menyambut Bulan Suci Ramadhan.
Sementara itu, cahaya lampion dan kembang api menerangi kawasan Jalan Gajah Mada dalam rangka perayaan malam Tahun Baru Imlek. Dua suasana berbeda namun menyatu dalam satu waktu, Senin 16 Februari 2026 malam.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, tampak hadir dalam dua perayaan besar tersebut. Ia terlebih dahulu membuka sekaligus mengikuti Pawai Obor Akbar Ramadhan 2026 pada Senin 16 Februari 2026 malam.
Usai menghadiri pawai obor, Gubernur Ria Norsan langsung melanjutkan agenda dengan menghadiri malam perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang digelar oleh Perkumpulan Hong Long Sie Ke (Marga Yo) di Jalan Gajah Mada.
Hadir juga Wagub Kalbar, Krisantus Kurniawan dalam perayaan Malam Imlek tersebut.
Dalam acara tersebut, Gubernur disambut dengan pertunjukan barongsai serta pesta kembang api.
Baca juga: Ribuan Warga Padati Pawai Obor, Ria Norsan : Simbol Cahaya Persatuan Sambut Ramadan
Ria Norsan menyampaikan bahwa bertepatannya perayaan Imlek dan Ramadhan tahun ini menjadi simbol kuat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Kalimantan Barat.
“Alhamdulillah, tahun ini perayaan Imlek bersamaan dengan menyambut bulan suci Ramadhan. Cahaya lampion dan cahaya obor menyatu, melambangkan persaudaraan seluruh suku dan umat beragama di Kalimantan Barat. Walaupun kita berbeda, kita tetap satu, itulah Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberagaman tidak menjadi penghalang selama disikapi dengan saling menghargai dan menjaga toleransi, terlebih pada momen hari besar keagamaan.
“Dalam perayaan Cap Go Meh yang juga bertepatan dengan Ramadhan ini, kita harus saling menghormati. Keberagaman bukan masalah, yang terpenting bagaimana kita menyikapinya dengan baik,” tambahnya.
Gubernur pun mengimbau seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk terus menjaga kerukunan dan saling menghormati dalam setiap perayaan hari raya keagamaan, demi memperkuat persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman.
Perayaan malam Imlek di Jalan Gajah Mada Pontianak sendiri berlangsung meriah dan tertib hingga Senin 16 Februari 2026 malam, disambut antusias oleh masyarakat lintas etnis dan agama. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Layanan Cuci Darah di RSUD Landak Kini Bisa Layani Peserta BPJS Kesehatan |
|
|---|
| Bupati Romi Wijaya Hadiri Musrenbang RKPD Kalbar 2027, Tekankan Sinergi Pembangunan Daerah |
|
|---|
| Parkir Warkop Ganggu Jalan, Satpol PP-Dishub Ketapang Lakukan Penertiban |
|
|---|
| Kayong Utara Gelar Pelatihan Kepemimpinan Mitigasi Perubahan Iklim, Perkuat Kapasitas Desa |
|
|---|
| Peserta Asal Tayan Hilir Optimistis Lolos UTBK SNBT di Untan Pontianak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kota-Pontianak-Senin-16-Februari-2026-malam.jpg)