Pawai Obor di Mujahidin Jadi Perhatian, Polisi Libatkan Emak-emak Antisipasi Kenakalan Remaja
Jajaran Polresta Pontianak memastikan kesiapan pengamanan pawai obor yang akan digelar di Masjid Raya Mujahidin
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang dilaksanakan di Aula Polresta Pontianak, Jalan Gusti Johan Idrus, Kecamatan Pontianak Selatan, pada Kamis, 12 Februari 2026.
- Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto mengatakan, pawai obor menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang beririsan dengan perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jajaran Polresta Pontianak memastikan kesiapan pengamanan pawai obor yang akan digelar di Masjid Raya Mujahidin pada 16 Februari 2026 mendatang.
Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang dilaksanakan di Aula Polresta Pontianak, Jalan Gusti Johan Idrus, Kecamatan Pontianak Selatan, pada Kamis, 12 Februari 2026.
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto mengatakan, pawai obor menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang beririsan dengan perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh.
"Untuk pawai obor di Mujahidin itu dimulai dari Masjid Mujahidin, Jalan Ahmad Yani, kemudian menuju Bundaran Digulis, Untan, lalu kembali lagi ke Ahmad Yani dan finis di Masjid. Estimasi mulai pukul 20.00 WIB dan selesai sekitar 22.30 WIB," ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali pada 14 Februari dengan lomba hadroh di halaman Masjid Mujahidin, kemudian 15 Februari digelar pawai kendaraan hias, dan puncaknya pada 16 Februari melalui pelaksanaan pawai obor.
Selain titik di Mujahidin, panitia juga melaporkan adanya titik kumpul lain di kawasan Tugu Khatulistiwa dengan jumlah peserta sekitar 500 orang yang dijadwalkan mulai pukul 19.30 WIB.
Kapolresta menyebut potensi konsentrasi massa cukup besar mengingat peserta pawai obor didominasi kalangan remaja dan anak muda.
Baca juga: Tangani Perkara Tindak Pidana Korupsi, Kejari Pontianak Periksa Pejabat KPK RI terkait Dana Hibah
Berdasarkan hasil audiensi dengan panitia, tahun ini pawai obor turut melibatkan para ibu-ibu dalam barisan peserta sebagai bentuk pengawasan sosial.
"Yang membedakan tahun ini kami melibatkan emak-emak sebagai ‘ras terkuat di dunia’ untuk mengantisipasi perkelahian atau kenakalan remaja, karena pesertanya banyak anak muda yang masih mencari jati diri," katanya.
Ia menambahkan, pengalaman tahun sebelumnya yang sempat menimbulkan korban jiwa menjadi bahan evaluasi serius bagi kepolisian dalam menyusun pola pengamanan tahun ini.
Polresta Pontianak pun mengimbau seluruh peserta dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban agar pelaksanaan pawai obor berjalan aman, lancar, dan kondusif. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Update Kasus Irfan Zaki Azizi, Tim Hukum KAHMI Kalbar Kawal Dugaan Kekerasan Anak di Ponpes Labbaik |
|
|---|
| Capaian Nama Rupabumi Sintang Terus Meningkat, Kecamatan Sungai Tebelian Jadi Fokus Pengumpulan Data |
|
|---|
| Tangis Ibu Wesley Pecah, Tengkorak Kepala Pecah hingga Kaki Tak Bisa Bergerak Akibat Saraf Rusak |
|
|---|
| Terungkap Skenario Sadis Bocah di Singkawang, Usir Teman Lain Sebelum Pukul Kepala Wesley Pakai Palu |
|
|---|
| Tragis! Bocah 12 Tahun di Singkawang Kritis Dihantam Palu Teman Sebaya, Tempurung Kepala Pecah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Tahun-Baru-Imlek-dan-Cap-Go-Meh.jpg)