Bukan Sekadar Tren, Dokter RSUD dr Soedarso Jelaskan Cara Jogging yang Aman dan Sehat
dr. Izzuddin Fathoni, Sp.K.O Subsp APK (K), menilai tren tersebut sebagai hal positif, namun perlu dibarengi dengan pemahaman yang benar.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Menurut dr. Izzuddin, joging memiliki banyak manfaat kesehatan, baik sebagai upaya pencegahan maupun bagian dari terapi penyakit tertentu.
- Ia juga menambahkan bahwa aktivitas lari berdampak positif terhadap kesehatan tulang.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Fenomena meningkatnya minat joging di kalangan masyarakat, khususnya anak muda, mendapat perhatian dari tenaga medis.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga RSUD dr Soedarso, dr. Izzuddin Fathoni, Sp.K.O Subsp APK (K), menilai tren tersebut sebagai hal positif, namun perlu dibarengi dengan pemahaman yang benar.
"Yang pertama mungkin kita apresiasi ya, karena memang itu menandakan bahwa kesadaran masyarakat terutama kaum muda terkait olahraga itu meningkat. Kesadaran tentang pentingnya olahraga buat kesehatan meningkat," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, Sabtu 7 Februari 2026.
Menurut dr. Izzuddin, joging memiliki banyak manfaat kesehatan, baik sebagai upaya pencegahan maupun bagian dari terapi penyakit tertentu.
"Secara umum dikatakan jogging itu bermanfaat dari aspek kesehatan, dari sisi preventifnya, pencegahan beberapa penyakit metabolik seperti gangguan gula dan hiperkolesterol. Bahkan sebagai pengobatan, karena nantinya ketika terkena penyakit, saran dokter pasti olahraga, dan joging adalah salah satunya," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa aktivitas lari berdampak positif terhadap kesehatan tulang.
"Pada saat kita berlari, kita seperti menapak di bumi dengan keras, dan itu membuat otot dan tulang menjadi lebih kuat, lebih padat, sehingga membantu memadatkan tulang dengan kalsium," katanya.
Namun demikian, tidak semua orang dianjurkan untuk langsung berlari. Pada individu dengan obesitas, dr. Izzuddin mengingatkan adanya batasan.
"Pengurangan kalori memang penting pada orang obesitas, tapi harus disadari obesitas yang mana yang boleh lari dan yang tidak. Obesitas yang masih boleh lari itu obesitas satu, bukan dua atau tiga ke atas," tegasnya.
Ia menekankan bahwa tujuan utama joging, terutama bagi pemula, adalah kebahagiaan dan kesehatan.
"Tujuan olahraga joging itu yang bagus adalah happy. Olahraga harus membuat dia bahagia, karena secara studi, setelah 30 menit olahraga, 3–5 kali per minggu dalam tiga minggu, sudah muncul efek positif seperti mood lebih baik dan pola tidur membaik," ungkapnya.
Selain itu, aspek kesehatan tetap menjadi prioritas.
Baca juga: Tren Jogging Anak Muda di Pontianak Dinilai Positif, Dinkes Tekankan Pola Bertahap dan Gizi Seimbang
"Healthier itu artinya lebih sehat, dan orang harus tahu indikasi serta kontraindikasi larinya. Kalau ada riwayat penyakit jantung di keluarga, sebaiknya screening dulu ke dokter, karena kita tahu ada kejadian sudden death saat lari," jelasnya.
Dr. Izzuddin juga mengingatkan pentingnya adaptasi bertahap.
"Orang tidak harus langsung lari. Harus dibiasakan dulu dari jalan, jalan cepat, baru lari. Kalau jantung yang biasa 80–90 denyut per menit dipaksa langsung ke 140–150, itu yang bisa menyebabkan cedera atau serangan jantung," katanya.
| Asisten Deputi Menko Bidang Infrastruktur Pembangunan Kewilayahan Pantau Potensi Perbatasan Paloh |
|
|---|
| DPRD Kubu Raya Minta BGN Lakukan Evaluasi Mengenai Dugaan Keracunan MBG di SDN 23 Sungai Ambawang |
|
|---|
| Dugaan Keracunan MBG di SDN 23 Sungai Ambawang, Dinkes Kubu Raya Lakukan Pemeriksaan Laboratorium |
|
|---|
| Bupati Sintang Tekankan Komunikasi dan Sinergi pada Sertijab Kepala Bapas Sintang |
|
|---|
| Saka Gin Ekspansi ke Pontianak: Definisikan Makna Premium Melalui Identitas Lokal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/joging-di-kalangan-masy.jpg)