Warga Pontianak Kritik Rencana Program Gentengisasi Pemerintah

Rencana pemerintah untuk mengganti atap seng dengan genteng tanah melalui program gentengisasi mendapat tanggapan kritis dari masyarakat.

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
TRIBUN PONTIANAK/TRI PANDITO WIBOWO/Ayu Nadila
PROGAM GENTENGISASI - Rencana pemerintah untuk mengganti atap seng dengan genteng tanah melalui program gentengisasi mendapat tanggapan kritis dari masyarakat. Salah seorang warga Kota Pontianak, Bayu, menilai kebijakan tersebut bukanlah persoalan mendesak yang seharusnya menjadi fokus utama pemerintah pusat, Rabu 4 Februari 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Salah seorang warga Kota Pontianak, Bayu, menilai kebijakan tersebut bukanlah persoalan mendesak yang seharusnya menjadi fokus utama pemerintah pusat.
  • Bayu mengungkapkan, masih banyak persoalan lain yang dinilainya lebih penting untuk ditangani oleh presiden dibandingkan mengurusi jenis atap rumah warga.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Rencana pemerintah untuk mengganti atap seng dengan genteng tanah melalui program gentengisasi mendapat tanggapan kritis dari masyarakat. 

Salah seorang warga Kota Pontianak, Bayu, menilai kebijakan tersebut bukanlah persoalan mendesak yang seharusnya menjadi fokus utama pemerintah pusat.

Bayu mengungkapkan, masih banyak persoalan lain yang dinilainya lebih penting untuk ditangani oleh presiden dibandingkan mengurusi jenis atap rumah warga.

"Kalau menurut saya sebagai masyarakat awam, masih banyak masalah yang lebih genting dari seorang presiden ngebahas genteng" ujarnya saat di wawancarai tribunpontianak.co.id, Rabu 4 Februari 2026.

Terkait setuju atau tidak setuju dengan program tersebut, Bayu secara tegas menyatakan penolakannya. Menurutnya, perbedaan antara atap seng dan genteng tanah bukanlah persoalan utama yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Dinas Perkim Sambas Tunggu Regulasi dan Juknis Gentengisasi

"Masalah setuju atau tidak setuju, tentu saya selaku masyarakat tidak setuju. Hanya perkara genteng seng dan genteng," katanya.

Ia juga menyoroti besarnya anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah untuk merealisasikan program gentengisasi, sementara manfaatnya dinilai belum tentu dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia.

"Apa lagi anggaran yang dikeluarkan untuk genteng lumayan cukup besar dan mungkin juga tidak semua rumah di Indonesia akan mendapatkannya," lanjut Bayu.

Menurut Bayu, alokasi anggaran negara seharusnya lebih difokuskan pada sektor pendidikan yang dinilainya justru mengalami pemangkasan anggaran, sementara dialihkan ke program lain yang dianggap belum tepat sasaran.

"Lebih bagus lagi anggaran dialokasikan untuk pendidikan Indonesia yang sekarang lebih banyak dipangkas buat program makan bergizi yang tidak bergizi itu," ungkapnya. 

Bayu pun menyampaikan harapannya agar pemerintah pusat lebih fokus menyelesaikan persoalan besar yang dihadapi masyarakat, terutama terkait kerusakan lingkungan dan bencana alam di sejumlah wilayah. 

"Untuk Pak Presiden dan bawahan, tolong lah ini bukan solusi buat masyarakat bahagia. Masih banyak masalah besar yang harus diselesaikan terutama untuk kerusakan alam dan bencana di Sumatera. Fokus memperbaiki apa yang rusak," tutupnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved