Imlek dan Cap Go Meh

Antusias Warga Sambut Tahun Kuda Api, Pedagang Imlek Mulai Kebanjiran Pembeli

"Itu sih seperti biasa, aksesoris paling lampion, seperti lampion putar, tempelan, stiker-stiker, bunga sakura, semua pernak-pernik Imlek," jelasnya.

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
PERNAK PERNIK IMLEK - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, kawasan Jalan Gajah Mada mulai dihiasi lampu-lampion bernuansa merah. Suasana tersebut turut mendorong meningkatnya aktivitas jual beli pernak-pernik Imlek di sejumlah toko aksesoris, di Jl Gajah Mada, Minggu 25 Januari 2026. Salah satu pedagang aksesoris Imlek, Selvi (39) dari Toko Ratna, mengungkapkan antusiasme masyarakat tahun ini terlihat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. 

Ringkasan Berita:
  • Untuk penjualannya sih, masyarakat antusiasmenya lebih tinggi ya. Saya lihat di tahun Kuda Api ini mereka lebih cepat berburu barang-barang Imlek dibanding tahun kemarin.
  • Menurutnya, aksesoris yang paling banyak diminati pembeli masih didominasi oleh lampion dan hiasan rumah bernuansa Imlek.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, kawasan Jalan Gajah Mada mulai dihiasi lampu-lampion bernuansa merah. Suasana tersebut turut mendorong meningkatnya aktivitas jual beli pernak-pernik Imlek di sejumlah toko aksesoris.

Salah satu pedagang aksesoris Imlek, Selvi (39) dari Toko Ratna, mengungkapkan antusiasme masyarakat tahun ini terlihat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

"Untuk penjualannya sih, masyarakat antusiasmenya lebih tinggi ya. Saya lihat di tahun Kuda Api ini mereka lebih cepat berburu barang-barang Imlek dibanding tahun kemarin," ujar Selvi saat diwawancarai di tokonya Jl Gajah Mada no 43, Minggu 25 Januari 2026.

Menurutnya, aksesoris yang paling banyak diminati pembeli masih didominasi oleh lampion dan hiasan rumah bernuansa Imlek.

"Itu sih seperti biasa, aksesoris paling lampion, seperti lampion putar, tempelan, stiker-stiker, bunga sakura, semua pernak-pernik Imlek," jelasnya.

Dekorasi Hias Kota Singkawang, Kolaborasi dengan Panitia Imlek Cap Go Meh dan Ramadan Fair

Selvi menyebutkan, pembeli biasanya membeli barang sesuai kebutuhan masing-masing. 

"Mereka berburu semua sesuai dengan kebutuhan di rumah, yang masih kurang apa, itu yang dibeli," katanya.

Ia juga mengaku sudah merasakan peningkatan penjualan meski Imlek masih sekitar tiga minggu lagi. 

"Ada peningkatan, soalnya mereka lebih antusias, lebih cepat belinya. Ini masih tiga minggu menuju Imlek, tapi sudah mulai ramai setiap hari," ungkap Selvi.

Untuk harga, Selvi mengatakan cukup bervariasi. 

"Kalau tempelan-tempelan itu murah, di bawah Rp10.000 sudah bisa beli. Kalau lampion dari harga Rp100 ribuan sampai jutaan juga ada," katanya.

Lampion dengan fitur tambahan seperti berputar dan bercahaya memiliki harga yang lebih tinggi. 

"Kalau lampion yang putar dan bercahaya, kelap-kelip, itu lebih mahal. Tergantung variasi dan model yang dipilih," tambahnya.

Terkait ketersediaan stok, Selvi memastikan pasokan aman hingga mendekati Imlek. 

"Harusnya sih aman, kami sudah stok sampai dekat Imlek ini," ungkapnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved