Banjir di Kalbar

Dua SMA di Kalbar Terdampak Banjir, Disdikbud Kalbar: Sekolah Terapkan Belajar Dirumah

Selain itu, Disdikbud Kalbar juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama banjir, terutama

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri
WAWANCARA - Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri saat ditemui di Ruang Kerjanya, pada Senin 16 Januari 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Dimana Akses menuju sekolah terputus akibat jembatan di wilayah tersebut ambruk. Sehingga siswa dan guru tidak dapat datang ke sekolah karena jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses.
  • Selain itu, Disdikbud Kalbar juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama banjir, terutama dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan rumah.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dampak banjir terhadap aktivitas pendidikan khususnya di Sekolah Jenjang Menengah Atas (SMA) di Kalbar, sejak 7 Januari 2026.

Syarif menjelaskan, salah satu sekolah yang terdampak adalah SMA Negeri 2 Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. 

Dimana Akses menuju sekolah terputus akibat jembatan di wilayah tersebut ambruk. Sehingga siswa dan guru tidak dapat datang ke sekolah karena jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses.

“Sejak laporan diterima, kami langsung mengarahkan siswa untuk belajar mandiri dari rumah. Namun karena akses internet di wilayah tersebut juga terputus, pembelajaran daring tidak bisa dilakukan. Sebagai gantinya, guru memberikan materi dan penugasan secara lisan kepada masing-masing siswa,” ujarnya, pada Senin 12 Januari 2026. 

Menuju Kota Bersih dan Layak Huni, Pontianak Perkuat Pengelolaan Limbah

Selain itu, Disdikbud Kalbar juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama banjir, terutama dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan rumah.

Pada 8 Januari 2026, Disdikbud kembali menerima laporan banjir yang merendam SMA Negeri 2 Sekayam, Kabupaten Sanggau. 

Sekitar 70 persen bangunan sekolah telah terendam air. Meski demikian, akses internet dan listrik di wilayah tersebut masih tersedia.

“Untuk SMA Negeri 2 Sekayam, pembelajaran masih bisa dilakukan secara daring. Kami juga memutuskan untuk meliburkan siswa dari aktivitas tatap muka dan meminta orang tua mengawasi anak-anak selama belajar dari rumah,” jelas Syarif.

Disdikbud Kalbar juga mengimbau sekolah-sekolah lain yang berpotensi terdampak banjir agar segera melakukan pendataan aset sekolah. 

Aset-aset penting diminta dipindahkan ke lokasi yang lebih aman agar dapat digunakan kembali saat pembelajaran normal.

Selain itu, guru diminta memberikan edukasi kepada siswa agar tidak bermain di area banjir demi menjaga kesehatan dan keselamatan mereka.

“Untuk kondisi terkini, banjir di Sekayam dilaporkan sudah mulai surut, namun pembelajaran tatap muka belum bisa dilaksanakan dan akan terus kami pantau. Sementara di Nanga Taman, akses sudah mulai dapat dilalui, meski masih harus menggunakan perahu rakitan dan jasa pikul kendaraan,” pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved