Menuju Kota Bersih dan Layak Huni, Pontianak Perkuat Pengelolaan Limbah

Edi menambahkan, air limbah yang berasal dari rumah tangga, perkantoran, usaha, hingga rumah makan nantinya akan diolah menjadi air bersih

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
WAWANCARA - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, di Halaman Asrama Haji Pontianak, Jl Letnan Jendral Sutoyo, Senin 12 Januari 2026. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan pembangunan SPALD-T diharapkan membawa dampak positif bagi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. 
Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan pembangunan SPALD-T diharapkan membawa dampak positif bagi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
  • Ia menjelaskan, pengelolaan air limbah yang buruk selama ini menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai penyakit di masyarakat, seperti diare dan penyakit lainnya.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak terus meningkatkan kualitas lingkungan dan sanitasi melalui pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T). Program ini menjadi salah satu program nasional prioritas dalam upaya mewujudkan lingkungan kota yang bersih dan sehat, Senin 12 Januari 2026.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan pembangunan SPALD-T diharapkan membawa dampak positif bagi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

"Dampaknya untuk masyarakat kita harapkan lingkungan akan semakin lebih bersih dan sehat karena ini pengelolaan air limbah yang sanitasi," ujar Edi kepada tribunpontianak.co.id.

Ia menjelaskan, pengelolaan air limbah yang buruk selama ini menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai penyakit di masyarakat, seperti diare dan penyakit lainnya.

Pontianak Tuan Rumah HAB ke-80 Kemenag Kalbar, Wali Kota Sebut Momentum Penguatan SDM

"Salah satu contoh misalnya pengaruh air limbah yang buruk menyebabkan banyaknya warga yang terserang penyakit, diare, dan lain sebagainya. Jadi ini menjadikan kota bersih dan layak," katanya.

Edi menambahkan, air limbah yang berasal dari rumah tangga, perkantoran, usaha, hingga rumah makan nantinya akan diolah menjadi air bersih sehingga tidak mencemari lingkungan, khususnya air tanah.

"Ya, nanti dikelola menjadi air bersih. Jadi limbah-limbah tadi dari rumah tangga, kantor, usaha, rumah makan itu diolah menjadi air bersih. Bukan air minum ya, tapi air bersih, jadi tidak mencemari air tanah kita," jelasnya.

Terkait anggaran, Edi mengungkapkan bahwa pembangunan SPALD-T membutuhkan biaya yang besar karena didukung oleh Bantuan Bank Dunia dan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Ini sangat besar karena ini dari bantuan Bank Dunia dan pemerintah pusat, yang mana ini Departemen PU. Jadi menunjuk Kota Pontianak, ini tidak semua kota mendapat bantuan ini," ungkapnya. 

Oleh karena itu, Edi mengajak seluruh pihak untuk menyambut dan mendukung program tersebut sebagai bagian dari program pemerintah pusat menuju zero air limbah.

"Oleh sebab itu kita harus menyambut baik dan kita mendukung program ini. Salah satu program pemerintah pusat untuk zero air limbah," tutupnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved