Banjir di Kalbar

Risiko Banjir Masih Mengintai, Posdalops Kalbar Minta Warga dan Pemda Tingkatkan Kesiapsiagaan

Menurutnya, ketika sungai, parit, dan drainase tidak berfungsi maksimal, air hujan akan lebih cepat meluap dan memicu terjadinya banjir. 

Tayang:
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
BANJIR DI PONTIANAK - Koordinator Harian UPT Posdalops Kalbar, Daniel, saat berada di kantor BPBD Kalbar, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Pontianak Tenggara. Ia mengatakan berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten dan kota, hingga Jumat, 9 Januari 2026 terdapat beberapa daerah yang mengalami banjir dengan tingkat keparahan berbeda-beda. 
Ringkasan Berita:
  • Daniel menjelaskan, banjir tidak hanya dipicu oleh tingginya curah hujan, tetapi juga diperparah oleh kondisi infrastruktur lingkungan yang tidak berfungsi optimal, seperti sungai, parit, dan drainase.
  • Menurutnya, ketika sungai, parit, dan drainase tidak berfungsi maksimal, air hujan akan lebih cepat meluap dan memicu terjadinya banjir

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Posdalops) Provinsi Kalimantan Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul masih tingginya potensi hujan di hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa hari ke depan.

Koordinator Harian UPT Posdalops Kalbar, Daniel, mengatakan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seluruh kabupaten dan kota di Kalbar masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas yang bervariasi.

"Potensi hujan masih cukup tinggi. Intensitasnya bisa ringan hingga lebat, durasinya juga bisa singkat maupun lama. Kondisi ini membuat risiko banjir masih berpeluang meluas," kata Daniel pada Jumat 9 Januari 2026.

Daniel menjelaskan, banjir tidak hanya dipicu oleh tingginya curah hujan, tetapi juga diperparah oleh kondisi infrastruktur lingkungan yang tidak berfungsi optimal, seperti sungai, parit, dan drainase.

Menurutnya, ketika sungai, parit, dan drainase tidak berfungsi maksimal, air hujan akan lebih cepat meluap dan memicu terjadinya banjir. 

6 Jembatan Rusak Akibat Banjir Bandang, Bupati Sintang Koordinasi Cepat dengan Perusahaan dan OPD

Hal tersebut menjadi peringatan bagi semua pihak agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan.

Ia menekankan pentingnya peran seluruh elemen, mulai dari masyarakat hingga pemerintah di tingkat paling bawah, untuk kembali mengevaluasi kesiapan lingkungan masing-masing dalam menghadapi musim hujan.

"Kami mengajak masyarakat bersama pemerintah di tingkat RT, dusun, desa, hingga kecamatan untuk melihat sejauh mana lingkungan kita siap menampung air hujan. Jika tidak siap, banjir sangat berpotensi terjadi," ujarnya.

Selain itu, Posdalops Kalbar juga mendorong BPBD kabupaten dan kota untuk terus memperbarui data dampak bencana sebagai dasar penentuan langkah penanganan.

"Kami minta BPBD setempat terus berkoordinasi dan mempercepat pembaruan data warga serta fasilitas umum terdampak. Data ini penting untuk penanganan yang tepat dan cepat," jelas Daniel

Daniel juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan bantaran sungai agar lebih waspada serta rutin memantau informasi cuaca dari BMKG.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah rawan banjir, untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca agar dapat mengantisipasi sejak dini," pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved