Air Pasang di Pagi Hari, Wali Kota Pontianak Minta Warga Bantaran Sungai Waspada

Edi Rusdi Kamtono mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob yang terjadi sejak 4 Januari hingga 7 Januari 2026.

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
BERIKAN KETERANGAN - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob yang terjadi sejak 4 Januari hingga 7 Januari 2026. Hal ini menyusul rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait puncak pasang air laut yang mencapai ketinggian hingga 2 meter, Senin 5 Januari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Edi menjelaskan, fenomena banjir rob tersebut merupakan dampak dari pasang maksimum air laut dan Sungai Kapuas yang sudah mulai dirasakan masyarakat sejak beberapa hari terakhir.
  • Ia menyebutkan kondisi pasang tertinggi biasanya terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, kemudian berangsur surut setelahnya.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob yang terjadi sejak 4 Januari hingga 7 Januari 2026. 

Hal ini menyusul rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait puncak pasang air laut yang mencapai ketinggian hingga 2 meter.

Edi menjelaskan, fenomena banjir rob tersebut merupakan dampak dari pasang maksimum air laut dan Sungai Kapuas yang sudah mulai dirasakan masyarakat sejak beberapa hari terakhir.

"Memang sejak tanggal 4 sampai tanggal 7, kan BMKG sudah merilis bahwa puncak air pasang rob kita tingginya sampai 2 meter dari permukaan air rata-rata atau DPL, air Sungai Kapuas atau air laut rata-rata," kata Edi Rusdi Kamtono saat diwawancarai di Kantor Wali Kota Pontianak, Jl Zainuddin, Senin 5 Januari 2026.

Ia menyebutkan kondisi pasang tertinggi biasanya terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, kemudian berangsur surut setelahnya.

"Nah kita sudah alami ini dari tanggal 4, tanggal 5, terus nanti sampai tanggal 7. Selama, dan jamnya kan sudah dilihat tuh, memang puncaknya di jam 6, jam 7 pagi," ujarnya.

Menurut Edi, karakteristik pasang dan surut air kali ini tergolong ekstrem karena perubahan ketinggian air berlangsung cepat dan disertai arus yang cukup deras.

"Jadi kalau jam 7 atau jam 8 sudah surut, nah surut, jam terus surut ke arah surut. Dan grafiknya itu sangat menanjak dan menurunnya itu sangat tajam, artinya arusnya deras, pasang maupun surutnya," jelasnya.

Baca juga: Wali Kota Pontianak Canangkan Regrouping Sekolah untuk Tambah Ruang SMA di Pontianak Timur

Namun demikian, Pemerintah Kota Pontianak memberikan perhatian khusus terhadap potensi risiko tambahan jika banjir rob terjadi bersamaan dengan cuaca ekstrem.

"Kita mengkhawatirkan dan mewaspadai kalau pas air pasang itu terjadi hujan lebat dan angin kencang. Ini yang bisa menyebabkan permukaan air akan semakin lebih tinggi," ungkap Edi.

Ia mencontohkan kejadian banjir rob sebelumnya yang terjadi pada awal Desember 2025 lalu, ketika pasang air disertai hujan lebat.

"Seperti di tanggal 8 Desember lalu, rob yang pertama di bulan Desember itu," tambahnya.

Edi pun mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan bantaran Sungai Kapuas dan Sungai Landak, agar meningkatkan kewaspadaan selama periode pasang air tersebut.

"Tetap kita berharap masyarakat harus waspada, terutama yang berada di bandaran Sungai Kapuas dan Landak," pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved