BMKG Maritim Peringatkan Potensi Banjir Rob hingga 7 Januari 2026
BMKG Maritim memperingatkan potensi banjir rob akibat pasang laut maksimum yang diprakirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Prakirawan Cuaca BMKG Maritim, Syarifah Nadya Soraya, mengatakan bahwa kondisi pasang maksimum ini berpotensi menimbulkan dampak bagi wilayah tertentu.
- Menurut Syarifah, banjir rob dengan ketinggian pasang tersebut berpotensi cukup berdampak bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan elevasi rendah.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim memperingatkan potensi banjir rob akibat pasang laut maksimum yang diprakirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Pasang tertinggi diprediksi mencapai 2,0 meter dan masih akan berlangsung hingga 7 Januari 2026.
Prakirawan Cuaca BMKG Maritim, Syarifah Nadya Soraya, mengatakan bahwa kondisi pasang maksimum ini berpotensi menimbulkan dampak bagi wilayah tertentu.
"Untuk potensi banjir rob hari ini, pasang maksimum diprakirakan setinggi 2,0 meter dan masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan yaitu hingga tanggal 7 Januari 2026. Pada tanggal 8–9 Januari 2026 berangsur turun hingga 1,9–1,7 meter," ujarnya saat dikonfirmasi tribunpontianak.co.id.
Menurut Syarifah, banjir rob dengan ketinggian pasang tersebut berpotensi cukup berdampak bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan elevasi rendah.
"Untuk potensi banjir rob dengan prakiraan pasang tertinggi setinggi 2,0 meter ini diprakirakan cukup berdampak bagi masyarakat yang berada pada wilayah dengan elevasi atau ketinggian di atas permukaan laut yang cukup rendah seperti di pesisir atau tepian sungai," jelasnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir dan bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan.
Baca juga: BMKG Supadio Luruskan Istilah Banjir Rob 2 Meter di Pontianak
"Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan dan pasang tertinggi ini yaitu masyarakat di sekitar pesisir dan tepian sungai," kata Syarifah.
Ia mengimbau masyarakat yang terdampak agar segera melakukan langkah antisipasi.
"Himbauan kami terhadap masyarakat yang terdampak dari pasang laut maksimum ini untuk meningkatkan kewaspadaannya dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan dari pasang maksimum ini," tutupnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Pascalebaran, Harga Minyak Goreng Tembus Rp25 Ribu per Liter |
|
|---|
| Harga Minyak Goreng Naik, Warung Nasi Jalang Akui Margin Keuntungan Menipis |
|
|---|
| Tangkal Perdagangan Ilegal dan Zoonosis, Karantina Kalbar Gelar Workshop Multipihak di PLBN Aruk |
|
|---|
| DPRD Pontianak Percepat Pembangunan Jalan, Fokus Urai Kemacetan di Pontianak Timur |
|
|---|
| Kenaikan Harga Sembako Merata, Ketua DPRD Pontianak Soroti Dampak ke Ibu Rumah Tangga dan UMKM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/VIRAL-Penampakan-Awan-Hilang-di-Atas-Pulau-Jawa-Begini-Penjelasan-BMKG.jpg)