Anna Mardhiya, Guru yang Aktif Menumbuhkan Literasi Lewat Kopermekha Bekate

“Karena kerja pagi (mengajar di sekolah), jadi berorganisasi sore. Kegiatan literasi yang sore dan malam, sebisa mungkin diikuti. Kebiasaan

Tayang:
Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
DUNIA LITERASI - Anna Mardhiya, guru sekaligus ketua Kopermekha Bekate, Sabtu 3 Januari 2026. Anna semakin aktif bergerak di dunia literasi sejak bergabung dalam berbagai komunitas daring. 

Ringkasan Berita:
  • Perjalanan literasinya berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Ketua Komunitas Perempuan Menulis Khatulistiwa (Kopermekha) Bekate sejak pertengahan 2020 hingga sekarang.
  • Sebagai guru yang bekerja setiap pagi, Anna mengatur waktu agar tetap bisa terlibat dalam kegiatan literasi.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mardiana atau biasa dipanggil dengan nama pena Anna Mardhiya merupakan seorang guru yang juga aktif sebagai pegiat literasi.

Kecintaannya pada dunia membaca sudah tumbuh sejak kecil.

“Hobi membaca itu dari kecil, dari mulai pandai baca. Di SMP udah sering bikin-bikin puisi,” ujarnya, Sabtu 3 Januari 2026.

Anna semakin aktif bergerak di dunia literasi sejak bergabung dalam berbagai komunitas daring.

“Mengikuti grup-grup literasi di Facebook dan Instagram mulai 2018 akhir,” katanya.

Perjalanan literasinya berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Ketua Komunitas Perempuan Menulis Khatulistiwa (Kopermekha) Bekate sejak pertengahan 2020 hingga sekarang.

Ikon Ruang Publik Pontianak Dibersihkan, Wali Kota Pontianak Pantau dan Turut Bekerja

“Menjabat sebagai Ketua Kopermekha Bekate sejak pertengahan 2020 sampai sekarang,” ucapnya.

Sebagai guru yang bekerja setiap pagi, Anna mengatur waktu agar tetap bisa terlibat dalam kegiatan literasi.

“Karena kerja pagi (mengajar di sekolah), jadi berorganisasi sore. Kegiatan literasi yang sore dan malam, sebisa mungkin diikuti. Kebiasaan nulis kalau udah lewat tengah malam,” ungkapnya.

Namun, ia menyebut tantangan utamanya adalah pada kondisi fisik.

“Tantangannya cuma di fisik. Kadang kalau kecapean, pasti sakit. Biasa kalau udah kayak gini, Anna stop ikut semua kegiatan literasi, fokus di ngajar aja sambil pemulihan. Biasa semingguan aja, setelah itu gass lagi,” kata Anna.

Sebagai ketua Kopermekha Bekate, Anna juga berhadapan dengan dinamika dalam menggerakkan komunitas.

“Tantangannya ketika ngadain acara, harus memimpin anggota supaya satu tujuan, kesadaran bahwa ini kerja-kerja kebaikan yang gak ada fulusnya. Jadi, jangan terlalu berharap menghasilkan uang, ikhlas adalah jalan ninja pegiat literasi. Terdengar naif, tapi ya memang seperti itu kenyataannya,” terangnya.

Dalam perjalanan hidupnya, Anna banyak terinspirasi oleh sosok ibunya yang dikenal sebagai sosok pekerja keras.

Sementara dalam dunia kepenulisan, ia mengagumi para penulis perempuan, salah satunya Leila S Chudori.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved