Bertahan Hidup Ditengah Banjir
VIDEO: Lutut Renta, Semangat Membaja! Kisah Nenek Mindarti Hadapi Banjir Rob di Pontianak
Dalam kondisi seperti ini, Mindarti tetap berusaha. Ia sempat berjualan keripik dan gas, namun semuanya terhenti saat banjir datang.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Marlen Sitinjak
Ringkasan Berita:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Di balik senyum ramah seorang perempuan lansia bernama Mindarti (69), tersimpan kisah ketegaran luar biasa.
Tinggal di Gang Gotong Royong 1, Jalan Komyos Sudarso, Pontianak, ia menjadi saksi hidup kerasnya banjir rob yang telah enam hari merendam rumahnya.
Meski tubuh renta dan suara bergetar, Mindarti tetap menyambut setiap tamu dengan senyum. Namun, di balik itu, ia menyimpan kelelahan fisik dan batin.
“Lutut ini rasanya mau copot,” ucapnya lirih, berdiri di depan rumah yang masih tergenang air setinggi lutut, Rabu 10 Desember 2025.
• Gubernur Kalbar, Wali Kota Bersama Kapolresta Pontianak Tinjau Banjir Rob dan Temui Warga Terdampak
Bertahan Demi Keluarga
Mindarti tak sendiri. Ia tinggal bersama tujuh anggota keluarga, termasuk suami yang sakit jantung dan lambung serta anak yang mengalami disabilitas.
Meski ada opsi mengungsi, ia memilih bertahan. “Kalau pun ada musibah, biarlah sama-sama dalam rumah,” katanya.
Suaminya kini bergantung pada oksigen untuk bernapas. Anak-anaknya tak bekerja, hanya menantu yang menjadi tulang punggung keluarga.
Dalam kondisi seperti ini, Mindarti tetap berusaha. Ia sempat berjualan keripik dan gas, namun semuanya terhenti saat banjir datang.
• VIDEO: Toni dan Sedekah Terakhirnya! Kisah Haru di Balik Kecelakaan Jalan Raya Geresik Sambas
Harapan yang Belum Tersampaikan
Sejak 2024, Mindarti telah mengajukan bantuan bedah rumah melalui RT. Namun hingga kini, belum ada kabar.
“Tolonglah lihat keadaan rumah kami di gang sempit ini. Rumah saya yang paling rendah dan paling parah,” pintanya penuh harap.
Selama banjir, ia hanya menerima bantuan nasi dua hari terakhir. Namun ia tak menuntut banyak. “Boro-boro mau bangun rumah, syukur-syukur bisa makan. Alhamdulillah, minta badan sehat,” ucapnya sambil menatap rumahnya yang masih tergenang.
Bagi Mindarti, banjir bukan hanya bencana, tapi juga pelajaran hidup. Ia menyebut ada suka dan duka di balik musibah ini.
“Kalau banjir, rumah bersih. Tapi ya capek juga bersih-bersihnya,” katanya sambil tertawa kecil. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!