Cuaca Ekstrem Kalbar

Waspada Potensi Gelombang Tinggi di Wilayah Pesisir Kalbar periode 7 hingga 9 Desember 2025

Kombinasi kondisi hujan lebat dan pasang air laut maksimum tersebut, berpotensi menimbulkan dampak yang dapat mengganggu aktifitas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Pixabay
CUACA EKSTREM KALBAR - Ilustrasi cuaca ekstrem. Berdasarkan peringatan yang dikeluarkan dengan Nomor: e.B/ΜΕ.02.04/133/KPNK/XII/2025 BMKG memprakirakan adanya gangguan gelombang atmosfer tropis Equatorial Rossby, Cold-Surge, dan pola siklonik di wilayah Kalimantan Barat. 
Ringkasan Berita:
  • Pada periode yang sama, potensi pasang air laut maksimum di pesisir Kalimantan Barat akibat fase Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) dan Bulan Purnama juga perlu diwaspadai. 
  • Prakirawan BMKG Supadio (Kalbar), Reny Shahputri menjelaskan beberapa wilayah pesisir dapat berpotensi terjadi kenaikan tinggi gelombang hingga mencapai 2.50 meter diatas permukaan air pada periode tersebut.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berdasarkan peringatan yang dikeluarkan dengan Nomor: e.B/ΜΕ.02.04/133/KPNK/XII/2025 BMKG memprakirakan adanya gangguan gelombang atmosfer tropis Equatorial Rossby, Cold-Surge, dan pola siklonik di wilayah Kalimantan Barat.

Hal ini, berpotensi memicu peningkatan curah hujan di wilayah Kalimantan Barat pada periode tanggal 07 s.d. 09 Desember 2025. 

Pada periode yang sama, potensi pasang air laut maksimum di pesisir Kalimantan Barat akibat fase Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) dan Bulan Purnama juga perlu diwaspadai. 

Kombinasi kondisi hujan lebat dan pasang air laut maksimum tersebut, berpotensi menimbulkan dampak yang dapat mengganggu aktifitas masyarakat, salah satunya gelombang tinggi diwilayah pesisir.

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Kalbar 7–9 Desember 2025

Prakirawan BMKG Supadio (Kalbar), Reny Shahputri menjelaskan beberapa wilayah pesisir dapat berpotensi terjadi kenaikan tinggi gelombang hingga mencapai 2.50 meter diatas permukaan air pada periode tersebut.

"Untuk wilayah yang perlu diwaspadai yaitu Perairan Ketapang, Perairan Kayong Utara, Selat Karimata Bagian Selatan, Selat Karimata bagian utara, Perairan Kubu Raya, Perairan Pontianak - Mempawah, Perairan Singkawang - Bengkayang, dan Perairan Sambas," jelasnya.

Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat khususnya nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai dengan petir, dan angin kencang berdurasi singkat, serta kenaikan tinggi gelombang dan pasang air laut maksimum.

"Kami mengimbau agar masyarakat rutin untuk melakukan pemantauan informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG wilayah Kalimantan Barat, melalui laman resmi kami," pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved