Sekda Yusran Anizam Siapkan Anggaran Darurat BTT Hadapi Kemarau Ekstrem!

Yusran memastikan dari sisi kesiapan sumber daya manusia (SDM), seluruh unsur terkait di Kabupaten Kubu Raya sudah terkonsolidasi dengan

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferlianus Tedi Yahya
KARHUTLA KUBU RAYA - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam diwawancarai di ruangannya, Rabu 3 Juni 2026. Ia menegaskan, saat ini jajaran pemerintah daerah telah menginstruksikan upaya mitigasi total. 
Ringkasan Berita:
  • Langkah taktis ini diambil menyusul adanya peringatan dini mengenai fenomena perubahan iklim dan kekeringan ekstrem yang mulai mengintai wilayah Kalimantan Barat.
  • Mulai dari koordinasi lintas instansi, kesiapan personel, hingga penguatan sarana prasarana penanggulangan bencana di lapangan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bergerak cepat memperkuat barisan guna mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjelang puncak musim kemarau tahun 2026.

Langkah taktis ini diambil menyusul adanya peringatan dini mengenai fenomena perubahan iklim dan kekeringan ekstrem yang mulai mengintai wilayah Kalimantan Barat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam menegaskan, saat ini jajaran pemerintah daerah telah menginstruksikan upaya mitigasi total. 

Mulai dari koordinasi lintas instansi, kesiapan personel, hingga penguatan sarana prasarana penanggulangan bencana di lapangan.

“Karena itu kami melakukan langkah-langkah koordinasi bersama BPBD Kubu Raya untuk menghadapi kemungkinan tersebut,” tegas Yusran Anizam kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu 3 Juni 2026.

Apresiasi Sinergi Personel Gabungan di Lapangan

Yusran memastikan dari sisi kesiapan sumber daya manusia (SDM), seluruh unsur terkait di Kabupaten Kubu Raya sudah terkonsolidasi dengan sangat baik dan berada dalam posisi siap siaga.

Pemerintah daerah juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas dan relawan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam aksi pencegahan maupun pemadaman api di area lahan gambut.

“Alhamdulillah, untuk kesiapan SDM di lapangan sudah terkoordinasi dengan semua elemen. Kami berterima kasih atas keterlibatan semua pihak seperti Manggala Agni, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan damkar swasta," kata Yusran.

Yusran Anizam Endus Data Program MBG di Kubu Raya Jadi Bancakan: Kami Tertibkan!

"Insya Allah semuanya siap mengawal apabila terjadi kekeringan ekstrem maupun kebakaran hutan dan lahan,” tambahnya lugas.

Tren Tititk Panas di Kubu Raya Meningkat

Tantangan yang dihadapi Pemkab Kubu Raya pada tahun 2026 ini terbilang cukup berat akibat dampak perubahan iklim global. 

Berdasarkan rujukan kompilasi data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai indikator lingkungan hidup dan kebencanaan hingga medio tahun 2026, tren sebaran titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat menunjukkan grafik yang fluktuatif namun cenderung meningkat di beberapa wilayah rawan.

Sebaran Hotspot BPS 2026 (Kabupaten Kubu Raya):

Januari - Februari 2026: Terpantau 12 titik panas (kategori rendah-sedang) akibat curah hujan yang masih melanda.

Maret - April 2026: Lonjakan mulai terjadi dengan total 45 titik panas, mayoritas terkonsentrasi di lahan gambut dalam seperti di Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Rasau Jaya.

Mei 2026 (Menjelang Kemarau): Tercatat peningkatan signifikan menjadi 78 titik panas seiring berkurangnya intensitas hujan harian.

Siapkan Anggaran Darurat Lewat Belanja Tidak Terduga (BTT)

Melihat eskalasi data tersebut, Pemkab Kubu Raya tidak ingin kecolongan. Selain menyiagakan alat pemadam portabel dan mesin pompa air, dalam waktu dekat pemerintah daerah akan mengusulkan penggeseran anggaran operasional melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT).

Langkah pemanfaatan dana BTT ini diambil sebagai komitmen nyata untuk mendanai logistik penanganan dampak musim kemarau dan operasional satgas karhutla secara cepat tanpa hambatan birokrasi.

“Terkait kesiapan peralatan sudah kami usulkan. Sesuai kemampuan keuangan daerah, kami berupaya melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan," tutur Sekda Yusran Anizam.

"Kami juga akan mengusulkan penggeseran anggaran melalui BTT untuk mendukung penanganan dampak musim kemarau," sambungnya secara tegas.

Ia menutup keterangannya dengan mengingatkan bahwa masalah karhutla bukan sekadar tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Kubu Raya.

“Memang banyak tantangan yang dihadapi Kubu Raya terkait perubahan iklim. Karena itu hal ini menjadi perhatian serius kami dalam upaya-upaya penanganan bencana, khususnya karhutla,” pungkas Yusran. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved