Ledakan di SMP 3 Sungai Raya

Demi Kemanan, SMPN 3 Sungai Raya Alihkan Belajar Mengajar Sistem Daring

Termasuk siswa yang diduga menjadi pelaku, masih mengikuti pelajaran seperti biasa, termasuk saat jam olahraga. 

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Chris Hamonangan Pery Pardede
TEROR BOM MOLOTOV - Kepala SMP Negeri 3 Sungai Raya, Lily saat diwawancara pada Selasa, 3 Februari 2026. Ia mengatakan kegiatan belajar tetap berjalan seperti biasa namun dilakukan secara daring selama beberapa hari ke depan. 
Ringkasan Berita:
  • Peristiwa tersebut memicu kepanikan di kalangan murid yang berada di sekitar lokasi kejadian. 
  • Meski demikian, aktivitas belajar mengajar di sekolah tidak diliburkan, melainkan dialihkan sementara ke sistem pembelajaran daring.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Sungai Raya yang berlokasi di Gang Sepakat, Jalan Adi Sucipto No.16, RW 8, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, sempat dihebohkan dengan ledakan dugaan teror bom rakitan, Selasa 3 Februari 2026 siang.

Peristiwa tersebut memicu kepanikan di kalangan murid yang berada di sekitar lokasi kejadian. 

Meski demikian, aktivitas belajar mengajar di sekolah tidak diliburkan, melainkan dialihkan sementara ke sistem pembelajaran daring.

Kepala SMP Negeri 3 Sungai Raya, Lily, mengatakan kegiatan belajar tetap berjalan seperti biasa namun dilakukan secara daring selama beberapa hari ke depan. 

"Tidak ada libur, tetap sekolah secara daring. Kemungkinan sekitar dua hari, dan Jumat sudah bisa masuk kembali, tetapi tetap melihat kondisi ke depannya," ujarnya saat diwawancara awak media pada Selasa, 3 Februari 2026.

Suasana Mencekam! Bom Rakitan Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Aparat Bersenjata Penuhi Sekolah

Lily menjelaskan, pada pagi hari sebelum kejadian, aktivitas belajar berlangsung normal. 

Termasuk siswa yang diduga menjadi pelaku, masih mengikuti pelajaran seperti biasa, termasuk saat jam olahraga. 

Insiden tersebut baru terjadi usai jam istirahat, tepatnya setelah para siswa selesai makan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Diduga ada sekitar empat kali ledakan. Korbannya hanya mengalami luka ringan, seperti terkena paku karena terinjak saat panik, bukan akibat lemparan," jelas Lily.

Ia menambahkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 hingga 11.00 WIB dan situasi saat itu cukup membuat panik, termasuk dirinya sebagai kepala sekolah.

Sejumlah petugas keamanan turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap tempat kejadian perkara (TKP). (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved