Daftar Pemenang Lomba Kaligrafi Batik Nasional 2021

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag, Achmad Gunaryo. Pengumuman disampaikan secara hybrid, daring dan luring, dari Gedung Bayt Al-Qur'an dan Museu

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Kemenag.go.id
Karya Syaiful Adnan yang ditetapkan sebagai juara lomba Kaligrafi Batik Nasional 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan daftar pemenang lomba Kaligrafi Batik Nasional 2021.

Pengumuman disampaikan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag, Achmad Gunaryo, Rabu 27 Oktober 2021.

Dalam pengumuman itu, Syaiful Adnan ditetapkan sebagai juara.

Syaiful Adnan menjadi yang terbaik dari 123 peserta yang telah mengirimkan karyanya.

Kemenangan ini membuat Adnan diganjar hadiah Rp15 juta.

Kemenag Ketapang Sebut Idealnya Jumlah Penghulu di Ketapang Berjumlah 45 Orang

Sementara itu di posisi kedua ada Arif Kurniawan disusul Yunus Abidin di posisi tiga.

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag, Achmad Gunaryo. Pengumuman disampaikan secara hybrid, daring dan luring, dari Gedung Bayt Al-Qur'an dan Museum Istiqlal, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Gunaryo mengapresiasi LPMQ yang telah melakukan terobosan baru dalam bidang kesenian melalui lomba kaligrafi batik nasional 2021.

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag, Achmad Gunaryo menyatakan, merupakan kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi kami bahwa perlombaan ini diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari dari berbagai provinsi di Indonesia dan beragam profesi.

"Bila selama ini kaligrafi ditulis di atas media kertas, kanvas, atau kayu, melalui lomba ini Kemenag, melalui LPMQ, menawarkan alternatif baru untuk memperkaya khazanah seni kaligrafi Islam di Indonesia dengan media kain; dengan teknik batik," katanya di laman resmi Kemenag.

Jemaah Umrah Indonesia Akan Jalani Karantina Selama Lima Hari di Asrama Haji

Gunaryo berharap kegiatan ini akan berdampak pada meningkatkannya keterampilan para seniman batik dan seniman kaligrafi Islam Indonesia, serta meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni batik dan seni kaligrafi Islam.

Selain itu, melalui lomba ini, kesenian kaligrafi Islam di Indonesia diharapkan menjadi semakin indah, berkarakter dan mencerminkan budaya Indonesia.

Kepala LPMQ Muchlis M. Hanafi menambahkan, lomba ini adalah bagian dari penguatan moderasi beragama.

Di dalamnya ada upaya menghidupkan dua kesenian besar yang bersumber dari agama dengan kesenian dari Nusantara.

Keduanya bisa harmonis dan melahirkan kesenian baru yang indah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved