Target Buka Kantor Pelayanan, Bank Mandiri Lirik Daerah Badau
Hal tersebut dilakukan untuk memberikan layanan kepada masyarakat yang ada untuk perbatasan. Saat ini dari beberapa daerah perbatasan Bank Mandiri....
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Area Head Bank Mandiri Cabang Kalbar, Ahadi Subri mengatakan potensi daerah perbatasan sebagai daerah disalurkannya KUR semakin menarik.
Apakagi dengan kondisi perbatasan dengan perbaikan PLBN seperti di Entikong dan beberapa daerah lain yang berbatasan dengan negara tetangga.
"Pengembangan disana disupport penuh oleh presiden. Kita optimis melihat bisnis perbankan kedepannya dengan berbagai perbaikan infrastruktur yang ada. Makanya kita naikkan status kantor kas. Sekarang pertumbuhannya mulai membaik dengab adanya konsentrasi dari pemerintah disokong dengan pembangunan infrastruktur serta kawasan industri," ujar Ahadi pada Rabu (26/4/2017).
Kedepannya Ahadi mengatakan sangat optimis menyiapkan berbagai kebutuhan dari sisi perbankan.
Baca: Naik Pitam, Sutarmidji: Dia Pikir Semuanya Bisa Dilakukan dengan Duit di Pontianak
Hal tersebut dilakukan untuk memberikan layanan kepada masyarakat yang ada untuk perbatasan. Saat ini dari beberapa daerah perbatasan Bank Mandiri baru melayani nasabah di Entikong.
Untuk perbatasan Badau dan Sambas Ahadi mengakui belum ada layanan untuk mengcover daerah perbatasan.
"Memang belum ada, baru ada rencana dibuka di Badau, sudah lakukan peninjauan lokasi dan memungkinkan untuk di buka outlet di sana mudah-mudahan tahun depan sudah bisa melayani. Kalau Badau potensinya cukup besar karena mayoritas memiliki perkebunan skala besar," ujarnya.
Untuk perbatasan Sambas yaitu Aruk, Ahadi mengaku belum ada kemungkinan dibukanya kantor karena belum adanya potensi untuk agen laku pandai. "Sebenarnya sudah kita kembangkan beberapa agen tapi masih terkendala dengan jaringan teknologi informasi. Paling yang hanya memungkinkan yaitu e-cash. Jika jaringan telekomunikasi yang sudah memungkinkan tentunya perbaikan pelayanan akan kita lakukan," ujarnya.
Untuk daerah yang benar-benar berbatasan dengan negara tetangga, diakui Ahadi belum terlayani dengan baik.
"Untuk penyaluran KUR pun kita bisa dikatakan belum terlayani sama sekali. Karena belum ada fasilitas atau outlet, kedepan strateginya yaitu buka outlet. Target penyaluran kur se-Kalbar Rp180 miliar tercapai tepi memang belum di akses UMKM di perbatasan karena mereka jauh dari kota," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/area-head-bank-mandiri-cabang-kalbar-ahadi-subri_20170426_202353.jpg)