Ini Rencana Pemerintah untuk Kampung Beting

Forum ini dibentuk untuk penataan kumuh yang orientasinya menjadikan kawasan kota sehat.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Arief
Net
Ilustrasi Kampung Beting. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Camat Pontianak Timur, Ismail AR menuturkan, penataan kawasan kumuh miskin untuk Kota Pontianak memang diprioritaskan di dua tempat yakni Kecamatan Pontianak Barat dan Pontianak Timur, terutama untuk kawasan pinggir sungai.

Kawasan pinggir sungai di kedua tempat ini merupakan kantong-kantong kemiskinan. Di Pontianak Timur, lokasinya di Kelurahan Dalam Bugis, kawasan Beting masuk juga sebagian Tanjung Hilir, Kelurahan Banjar Serasan dan Kelurahan Tambelan Sampit.

“Forum ini dibentuk untuk penataan kumuh yang orientasinya menjadikan kawasan kota sehat. Secara umum penataan kawasan kumuh sedang disusun base line-nya melalui program peningkatan kualitas kawasan pemukiman (P2KKP),” kata Ismail, Senin (23/11/2015).

Dikatakan Ismail, saat ini sedang dilakukan pengumpulan data untuk menyusun base line program 100 0 100 yakni 100 persen perolehan air bersih, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen sanitasi sehat.

Memang problemnya di kawasan bantaran sungai ini berkaitan dengan sanitasi dan bagaimana melakukan terobosan untuk merubah sikap dan perilaku masyarakat yang membuang sampah dan melakukan MCK di sungai.

“Untuk membangun jamban sangat mahal karena untuk membangun septic tank perlu dana yang besar, karena di bawahnya air,” tuturnya.

Ada informasi dari dinas kesehatan akan dicoba membuat terobosan untuk septic tank terapung yang diikat pada suatu tiang dan begitu penuh dibiarkan menjadi kompos.
Setelah menjadi kompos kemudian dikeluarkan dan dipakai kembali, tetapi terobosan hasil penelitian ITB ini masih dikaji, “Saya akan mencari tahu bagaimana polanya agar cocok,” imbuhnya.

Kemudian untuk kawasan Beting akan ditata menjadi kawasan kampung air dan di tahun 2016 sudah dilakukan pengurapan di sana. Pembangunan fisik insfrastruktur juga diperhatikan serta upaya pembinaan masyarakatnya juga kita lakukan di sana.

“Kita berharap kawasan Beting dan Kampung Dalam bisa berfungsi sebagai cagar budaya yang masyarakat setempat diberdayakan dan memperoleh manfaat dari kawasan cagar budaya terutama untuk perbaikan ekonomi masyarakat setempat,” harapnya.

“Mudahan-mudahan dengan progam yang masuk di kawasan Beting ini, perubahan wajah maupun stigma negatif dalam satu-dua tahun dapat berubah,” tambah Ismail.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved