Taman Khalwat Sapu Jagat Butuh Listrik

Kedatangan mereka bukan saja melihat jejak para wali Allah. Tapi mereka juga merenovasi tugu di dalam Taman Khalwat

Penulis: Subandi | Editor: Arief

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Taman Khalwat Sapu Jagat merupakan bukti sejarah peninggalan bekas kerajaan Tanjungpura, Ketapang, yang kesohor. Bukti sejarah kerajaan yang pernah berjaya di Kalimantan Barat pada 14 abad lampau ini pada hari tertentu selalu ramai pengunjung,

Namun sangat disayangkan tempat yang dikeramatkan ini terkendala penerangan. Hingga saat ini belum ada suplai listrik PLN untuk menerangi lokasi tersebut. Pada hal pengunjungnya tak hanya warga Ketapang. Tapi juga daerah daerah lain bahkan manca Negara seperti Malaysia dan Brunei Darusalam.

"Bulan lalu ada rombongan warga Malaysia mengunjungi Taman Khalwat ini. Kedatangan mereka bukan saja melihat jejak para wali Allah. Tapi mereka juga merenovasi tugu di dalam Taman Khalwat," kata Juru Kunci Taman Khalwat Sapu Jagat, Astarliun (68) kepada wartawan, Minggu (8/2/2015).

Ia mengaku sudah puluhan tahun mengabdikan diri untuk memelihara lokasi peninggalan kerajaan Tanjungpura ini. Saat pengunjung ramai, ia selalu kerepotan melayani para peziarah yang datang. Lantaran lokasi Taman Khalwat belum ada jaringan listrik PLN Ketapang.

"Pada hari-hari tertentu pengunjung ke sini sangat ramai. Kalau ramai saya selalu kerepotan melayaninya karena di sini tak ada listrik. Saya harapkan pemerintah, PLN atau pihak lainnya bisa memasukkan listrik ke taman ini," harapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved