Warga Ketapang Hadapi Kenaikan Sembako, Pedagang Sebut Distribusi Makin Mahal
Tidak hanya itu, harga kacang tanah yang sebelumnya sekitar Rp30 ribu kini mendekati Rp40 ribu per kilogram.
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Syahroni
Ringkasan Berita:
- Harga bawang, gula pasir, minyak goreng, beras ketan, tepung terigu, kacang tanah, dan kacang hijau di Pasar Tanah Kayong, Ketapang, mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan paling signifikan terjadi pada bawang yang naik dari sekitar Rp30 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.
- Para pedagang menilai kenaikan harga lebih banyak dipicu oleh meningkatnya biaya distribusi akibat mahalnya BBM. Meski harga sejumlah komoditas naik, stok kebutuhan pokok di pasar masih aman dan tersedia.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Tanah Kayong, Jalan KH Mansyur, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir.
Kenaikan tersebut terjadi pada berbagai komoditas, mulai dari bawang, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, beras ketan hingga aneka jenis kacang-kacangan.
Pedagang Pasar Tanah Kayong, Winda, mengatakan harga minyak goreng yang sebelumnya sekitar Rp21 ribu per liter kini naik menjadi Rp22 ribu per liter.
Baca juga: Daftar Titik Lokasi ATM 24 Jam dan SPBU Terdekat di Sukadana Kayong Utara
Gula pasir juga mengalami kenaikan dari Rp19 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada bawang yang sebelumnya berkisar Rp30 ribu per kilogram dan kini mencapai Rp50 ribu per kilogram.
Sementara itu, beras ketan naik dari Rp20 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram.
Tidak hanya itu, harga kacang tanah yang sebelumnya sekitar Rp30 ribu kini mendekati Rp40 ribu per kilogram.
Kacang hijau melonjak dari Rp18 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram, sedangkan tepung terigu naik dari Rp8 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram.
Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, DKPP Landak Buka Kios Pangan Dua Kali Sepekan, Jual Sembako di Bawah Harga
Menurut Winda, kenaikan harga kebutuhan pokok tidak hanya dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar dolar, tetapi lebih banyak disebabkan meningkatnya biaya distribusi akibat mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM).
"Harga barang naik ini bukan karena dolar saja, tapi karena minyak (BBM) mahal sehingga ongkos kirim ikut naik. Dulu kirim barang dari Pontianak ke Ketapang untuk satu kardus sekitar 10 kilogram biayanya Rp50 ribu, sekarang sudah Rp70 ribu," ujarnya saat diwawancarai TribunPontianak.co.id, Senin 8 Juni 2026.
Meski demikian, Winda menilai kondisi kenaikan harga yang terjadi saat ini bukan fenomena baru.
Menurutnya, tren kenaikan sudah berlangsung cukup lama, bahkan sejak sebelum Idul Fitri 2026.
Ia juga memastikan stok kebutuhan pokok di pasar masih dalam kondisi aman.
"Untuk sebulan ini masih bisa dibilang normal dan stok barang juga aman," katanya.
Pedagang lainnya, Lipah, mengungkapkan kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah dan bawang putih dalam beberapa hari terakhir.
| Aturan Tegas Monev KI Kalbar 2026: Pimpinan Badan Publik Absen Presentasi, Nilai Otomatis Dipangkas! |
|
|---|
| Gaduh Isu SPPG Dihentikan, BGN Buka Suara Tentang Operasional SPPG Kalbar: Hanya Kendala Dana |
|
|---|
| Kejutan Besar! Shin Tae-yong Resmi Latih Persija Jakarta, Jakmania Pontianak Langsung Bergelora |
|
|---|
| Daftar Harga Sembako di Tengah Rupiah Melemah, Emak-emak Kubu Raya Waswas Bahan Pokok Naik |
|
|---|
| Anggaran Belum Cair, Sejumlah SPPG di Kalbar Terancam Hentikan Operasional Sementara! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Sembako-kayong-utara-135456.jpg)