DAS Kapuas Mulai Tertekan, Forum Baru Sintang Diharapkan Jadi Solusi Lingkungan

Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, resmi mengukuhkan Pengurus Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Kabupaten Sintang periode 2025–2029

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
PENGURUS DAS - Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengukuhkan Pengurus Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Kabupaten Sintang Periode 2025-2029 di Pendopo Bupati Sintang, Rabu, 3 Juni 2026. Forum DAS diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang aktif dan produktif, bukan sekadar wadah administratif maupun kegiatan seremonial 

Ringkasan Berita:
  • Keterlibatan semua pihak diharapkan mampu memberikan solusi terhadap tekanan DAS yang mulai terjadi.
  • Sehingga bisa memberikan efek baik terhadap lingkungan DAS itu sendiri yang berdampak terhadpa lingkungan lebih bersih di masyarakat.
  • Bersamaan dengan hasl tersebut pemerintah merangkus Forum DAS dalam pengentasan pengelolaan lingkungan tersebut.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Dalam rangka untuk memberikan solusi terhadap munculnya dalam pengolaan lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) wilayah Kabupaten Sintang.

Keterlibatan semua pihak diharapkan mampu memberikan solusi terhadap tekanan DAS yang mulai terjadi.

Sehingga bisa memberikan efek baik terhadap lingkungan DAS itu sendiri yang berdampak terhadpa lingkungan lebih bersih di masyarakat.

Bersamaan dengan hasl tersebut pemerintah merangkus Forum DAS dalam pengentasan pengelolaan lingkungan tersebut.

Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, resmi mengukuhkan Pengurus Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Kabupaten Sintang periode 2025–2029. 

Pengukuhan tersebut digelar di Pendopo Bupati Sintang, Rabu 3 Juni 2026.

Forum DAS Kabupaten Sintang terdiri dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, akademisi, serta organisasi non-pemerintah atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memiliki perhatian terhadap pengelolaan lingkungan dan sumber daya air.

Dalam arahannya, Bupati Bala menegaskan bahwa Forum DAS harus berperan sebagai ruang kolaborasi yang aktif dan produktif, bukan sekadar wadah administratif atau kegiatan seremonial.

“Forum ini harus mampu melahirkan gagasan, rekomendasi, dan langkah nyata dalam pengelolaan DAS di Kabupaten Sintang. Saya minta pengurus dapat membangun sinergi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat, provinsi, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat adat, maupun komunitas lokal,” tegasnya.

Menurutnya, pengelolaan daerah aliran sungai tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, karena manfaat dan dampaknya dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Baca juga: Pimpin Apel Pagi, Kapolres Sintang Tekankan Personel Disiplin dan Profesional dalam Laksanakan Tugas

Penguatan Data dan Program Berbasis Ilmiah

Bupati juga menekankan pentingnya Forum DAS sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memberikan masukan kebijakan, mendorong inovasi lingkungan, serta menggerakkan rehabilitasi dan konservasi secara berkelanjutan.

Ia meminta agar Forum DAS menyusun program kerja yang terukur, realistis, dan berdampak langsung bagi masyarakat serta lingkungan di Kabupaten Sintang.

“Perlu penguatan data, pemetaan, dan kajian ilmiah dalam perencanaan pengelolaan DAS agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bala menjelaskan bahwa Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas tidak terlepas dari ribuan anak sungai serta kawasan rawa yang selama ini berfungsi sebagai penyangga ekosistem dan penampung air.

Namun, kondisi tersebut kini mulai mengalami tekanan akibat berbagai aktivitas yang berdampak pada lingkungan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved