Polres Landak Peringkat Pertama Luasan dan Produktivitas Jagung
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari didampingi Wakapolres dan para PJU, meninjau perkembangan demplot perkebunan jagung Polres Landak
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Saat diwawancara usai berkeliling lokasi kebun, Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari mengatakan, total di lokasi ini lahan yang sudah dibuka seluas 100 hektare. Dari total luas tersebut sebanyak 55 hektare diantaranya saat ini sudah ditanami jagung.
- Dengan luasan tersebut, saat ini Polres Landak berhasil menduduki peringkat pertama untuk luasan lahan maupun produktivitas kebun jagung ketahanan pangan tingkat Polres se-Kalimantan Barat.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari didampingi Wakapolres dan para PJU, meninjau perkembangan demplot perkebunan jagung Polres Landak di Dusun Asam Mareh, Desa Nyi’in, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak pada Jumat 22 Mei 2026 pagi.
Saat diwawancara usai berkeliling lokasi kebun, Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari mengatakan, total di lokasi ini lahan yang sudah dibuka seluas 100 hektare. Dari total luas tersebut sebanyak 55 hektare diantaranya saat ini sudah ditanami jagung.
"Untuk yang sudah ditanam seluas 55 hektar, dan untuk yang dipanen alhamdulillah sudah mencapai 25 hektar dengan persentasi 7 ton per hektar," ujar AKBP Devi.
Dengan luasan tersebut, saat ini Polres Landak berhasil menduduki peringkat pertama untuk luasan lahan maupun produktivitas kebun jagung ketahanan pangan tingkat Polres se-Kalimantan Barat.
Bahkan sebelumnya telah mendapat penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kapolda Kalbar.
"Setiap bulannya Polda Kalbar telah melakukan evaluasi penilaian terkait dengan luasan lahan yang ada di tiap-tiap polres. Alhamdulillah Landak telah mencapai prestasi juara satu untuk luasan lahan yang ditanam, kemudian adanya peningkatan dalam hal panen jagung per ton, kemudian adanya kontribusi kita penjualan ke Bulog, dan juga penilaian terkait dengan kredit usaha untuk ketahanan pangan jagung di tiap-tiap masing polres," jelasnya.
Baca juga: 5 Destinasi Wisata Budaya di Kabupaten Landak dan Lokasinya
Dikatakannya, sepanjang tahun 2026 ini Polres Landak telah mengirim sedikitnya 115 ton jagung pipil kering ke Bulog untuk kebutuhan bahan baku pakan ternak.
"Dalam hal ini Polres Landak telah menyetor ke Bulog, menjual ke Bulog terkait dengan jagung, hasil jagung di demplot Landak yaitu sekitar 115 ton," terangnya.
Selain hasil dari lahan demplot yang dikelola Polres, hasil panen tersebut juga termasuk kiriman dari setiap Polsek di wilayah Kabupaten Landak.
"Jadi, polsek-polsek kita juga ada demplot yang kita tetapkan berapa hektar untuk memaksimalkan pelaksanaan ketahanan pangan jagung di Polres Landak," ucapnya.
Untuk di lokasi 100 hektare lahan demplot yang saat ini ada, sebagian tanaman jagung sudah memasuki masa panen. Sementara di beberapa blok lainnya masih dalam proses penanaman dan sebagian tanaman telah berusia sekitar 60 hari.
"Untuk saat ini kita telah mengecek untuk yang di belakang kita (Hari Setelah Tanam) HST 60 hari, kemudian ada HST 120 yang akan siap panen dan akan kita lakukan penjualan ke Bulog. Kemudian ada juga yang HST 30 hari dan ada juga yang baru ditanam," katanya.
Kapolres Landak, Devi Ariantari mengatakan pihaknya akan terus memaksimalkan penanaman jagung secara bertahap pada lahan seluas 100 hektare yang telah dibuka tersebut.
"Kita tanam secara bertahap sampai dengan memaksimalkan luasan lahan yang telah kita buka," pungkasnya.
Berikut tips praktis untuk menanam jagung:
-
Lokasi: Pilih tempat yang terkena sinar matahari penuh (minimal 6–8 jam sehari).
-
Tanah: Gunakan tanah yang gembur dan sudah dicampur kompos/pupuk kandang.
-
Cara Tanam: Tanam biji langsung ke tanah sedalam 2–3 cm. Jarak antar tanaman sekitar 25 cm.
-
Pola Tanam (Penting): Tanam dalam bentuk blok/kotak (minimal 3-4 baris), jangan satu baris memanjang, agar penyerbukan sempurna dan biji tidak ompong.
-
Penyiraman: Jaga tanah tetap lembap. Siram lebih banyak saat jagung mulai berbunga dan berbuah.
-
Pemupukan: Berikan pupuk susulan (seperti NPK) saat tanaman setinggi lutut dan saat mulai keluar rambut jagung.
-
Panen: Panen dalam 60–90 hari ketika rambut jagung sudah berwarna cokelat kering dan bijinya padat berair susu. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
| Arowana Contest di Pontianak Hadirkan 190 Arwana Terbaik dari Berbagai Negara |
|
|---|
| TPID Kayong Utara Pantau Ketersediaan BBM dan Bahan Pokok Menjelang Idul Adha |
|
|---|
| Pemprov Kalbar Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Kejar Target UCJ 45,58 Persen di 2026 |
|
|---|
| Harga TBS Turun Drastis, APKASINDO Sambas Sebut Rata-rata Rp 2500 Per Kilogram |
|
|---|
| Pemkab Sekadau Mediasi Sengketa Lahan Warga dan PT Arvena Sepakat, Tim Gabungan Akan ke Lapangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/100-hektar-pada-Jumat-22-Mei-2026.jpg)