395 Warga Sambas Derita ISPA, dr Ganjar: Tidak Ada Kasus Kematian
Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.364 kasus ISPA yang tersebar di berbagai kecamatan akibat dampak kabut asap karhutla
Penulis: Imam Maksum | Editor: Syahroni
Ringkasan Berita:
- Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mencatat 395 kasus ISPA selama Januari hingga Mei 2026 dengan nihil kematian, jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 1.364 kasus akibat kabut asap karhutla.
- Dinkes Sambas mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi karhutla saat musim kemarau dengan menggunakan masker, mengurangi aktivitas luar ruangan, dan menjaga kesehatan untuk mencegah gangguan pernapasan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, mencatat sebanyak 395 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi selama periode Januari hingga Mei 2026.
Meski demikian, hingga saat ini tidak ditemukan adanya kasus kematian akibat penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr Ganjar Eko Prabowo mengatakan, jumlah kasus ISPA tahun ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2025 lalu.
Baca juga: SMAN 1 Pontianak Dukung Penuh SMAN 1 Sambas di LCC 4 Pilar MPR Tingkat Nasional
“Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.364 kasus ISPA yang tersebar di berbagai kecamatan akibat dampak kabut asap karhutla. Sementara hingga Mei 2026 ini tercatat 395 kasus dengan nihil kematian,” ujarnya, Jumat 15 Mei 2026.
Meski angka kasus menurun, Dinkes Sambas tetap mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai mengancam sejumlah wilayah saat musim kemarau.
Menurut Ganjar, kabut asap akibat karhutla berpotensi memicu gangguan kesehatan, terutama penyakit pernapasan seperti ISPA, batuk, sesak napas, hingga memperparah kondisi penderita asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
Baca juga: Wabup Sambas Hadiri Konker I PGRI Sambas, Heroaldi Sebut PGRI Pilar Utama Bangun Pendidikan
“Karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, khususnya gangguan pernapasan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian besar kebakaran hutan dan lahan dipicu oleh praktik pembukaan lahan dengan cara tebang dan bakar, ditambah kondisi cuaca panas serta lemahnya pengawasan di lapangan.
Untuk mengurangi risiko kesehatan akibat kabut asap, Dinkes Sambas mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi aktivitas di area terbuka.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan.
Baca juga: Viral Kontroversi LCC 4 Pilar, SMAN 1 Sambas Sempat Unggah Pernyataan Sikap Lalu Dihapus, Ada Apa?
Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA atau sesak napas.
“Pencegahan kasus ISPA maupun upaya mencegah kebakaran lahan harus dilakukan bersama agar dampak karhutla tidak semakin luas dan membahayakan masyarakat,” pungkas Ganjar Eko Prabowo.
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Dump Truk Maut! Bocah 5 Tahun Jadi Korban Tabrakan Beruntun Ulah Dump Truk Berhenti Mendadak |
|
|---|
| Tragis! Bocah SD di Sungai Kakap Diduga Jadi Korban Pelecehan Dua Kali, Polisi Periksa 3 Saksi |
|
|---|
| Kasus Pelecehan Anak 8 Tahun Gegerkan Kubu Raya, Terduga Pelaku Masih Di Bawah Umur |
|
|---|
| Dramatis! Warga dan Polisi Timbun Jembatan Rusak Demi Hindari Kemacetan di Meliau Sanggau |
|
|---|
| Heboh Dugaan KDRT Libatkan Mantan Anggota DPRD Kapuas Hulu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-Kabupaten-Sambas-dr-Ganjar-Eko-Prabowo-54567687.jpg)