RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I Hadirkan Layanan Poli Jantung dan Pembuluh Darah

Ia menjelaskan, penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi salah satu persoalan kesehatan terbesar di Indonesia. 

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
DOKTER POLI - dr. Albert Sudharsono, Sp.JP resmi memberikan pelayanan di Poli Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I, Kabupaten Kayong Utara. Kehadiran dokter spesialis jantung ini diharapkan mempermudah masyarakat mendapatkan layanan kesehatan jantung tanpa harus berobat ke luar daerah. 

Ringkasan Berita:
  • Layanan tersebut mulai beroperasi sejak Selasa 12 Mei 2026 kemarin, dan ditangani langsung oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Albert Sudharsono, Sp.JP. 
  • Kehadiran layanan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini harus menjalani pemeriksaan maupun pengobatan jantung ke luar daerah.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Upaya meningkatkan pelayanan kesehatan terus dilakukan RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I dengan membuka layanan Poli Jantung dan Pembuluh Darah bagi masyarakat Kabupaten Kayong Utara.

Layanan tersebut mulai beroperasi sejak Selasa 12 Mei 2026 kemarin, dan ditangani langsung oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Albert Sudharsono, Sp.JP. 

Poli Jantung dijadwalkan akan melayani pasien pada setiap Selasa dan Kamis mulai pukul 07.30 hingga 14.00 WIB.

Kehadiran layanan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini harus menjalani pemeriksaan maupun pengobatan jantung ke luar daerah.

dr. Albert mengatakan, layanan yang tersedia di RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I cukup lengkap untuk penanganan awal hingga tindak lanjut pasien jantung.

Waspada Virus Hanta di Kalbar! Dinkes Ketapang dan Kayong Utara Antisipasi Penularan Imbau Warga

"Pelayanan yang tersedia meliputi konsultasi poliklinik jantung, pemeriksaan EKG, ekokardiografi, serta rawat inap untuk kasus-kasus jantung tertentu," ujar dr. Alber, Kamis 14 Mei 2026.

Ia menjelaskan, penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi salah satu persoalan kesehatan terbesar di Indonesia. 

Tingginya jumlah penderita turut berdampak pada besarnya biaya pengobatan yang harus ditanggung negara.

Menurutnya, data BPJS Kesehatan mencatat pembiayaan penyakit jantung pada 2025 mencapai Rp17,3 triliun dengan total 29,7 juta kasus.

Karena itu, pemerintah mendorong rumah sakit di daerah memiliki layanan jantung agar masyarakat bisa memperoleh penanganan lebih cepat tanpa harus dirujuk ke kota besar.

"Pemerintah berupaya agar setiap rumah sakit di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota memiliki layanan jantung, sehingga masyarakat dapat memperoleh penanganan lebih cepat tanpa harus dirujuk ke daerah lain," jelasnya.

Selain fokus pada pengobatan, dr. Albert juga mengingatkan pentingnya pencegahan sejak dini melalui perubahan pola hidup.

"Langkah pertama yang paling penting adalah berhenti merokok. Selanjutnya menerapkan pola hidup sehat, mengurangi konsumsi makanan manis, dan menjaga berat badan ideal," tuturnya.

Ia menambahkan, penyakit jantung sering datang tanpa gejala awal yang jelas dan dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup dalam jangka panjang.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan kesehatan, terutama bagi yang memiliki faktor risiko seperti merokok, hipertensi, diabetes, maupun obesitas.

"Periksakan kesehatan jantung sedini mungkin di RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I agar dapat mencegah penyakit jantung berat dan menjaga masa depan keluarga Anda," pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved