Keterbatasan Anggaran, Program Pendidikan Sekadau 2026 Tersendat dan Terpaksa Diceschedule

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sekadau mengaku sejumlah program pendidikan tahun 2026

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Chris Hamonangan Pery Pardede
KEPALA DINAS - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sekadau, Fran Dawal, saat diwawancarai terkait persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Sekadau, pada Selasa, 12 Mei 2026. Disdikbud Sekadau menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi penumpukan pendaftar di sekolah favorit. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sekadau mengaku sejumlah program pendidikan tahun 2026 terpaksa ditunda karena anggaran yang hingga kini belum cair.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sekadau, Fran Dawal mengatakan keterlambatan anggaran membuat banyak program harus dijadwalkan ulang.

"Banyak program pendidikan yang kita reschedule karena sampai sekarang anggarannya belum turun," ujarnya saat ditemui diruangannya pada Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut Fran, berbagai kegiatan seperti pelatihan guru, tindak lanjut evaluasi pendidikan hingga sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ikut terdampak.

Baca juga: Jelang Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Disdikbud Sekadau Susun Strategi Atasi Lonjakan SPMB 2026

"Ini sudah setengah tahun belum meluncur anggarannya. Jadi banyak program pending dulu," katanya.

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat sosialisasi SPMB belum bisa dilakukan secara masif melalui media maupun penggunaan aplikasi digital seperti di kota besar.

Fran juga mengungkapkan pihaknya sempat mempelajari sistem penerimaan berbasis aplikasi seperti yang digunakan di Pontianak. 

Namun, biaya implementasi dan keterbatasan jaringan internet di daerah menjadi kendala utama.

"Saya pernah tanya ke Kadis Pendidikan Pontianak, biayanya cukup besar dan tiap tahun harus update lagi," katanya.

Selain itu, kondisi geografis Kabupaten Sekadau juga dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam penerapan sistem digital penuh.

"Kalau di daerah terkadang masih terkendala jaringan, listrik, sampai akses jembatan," ujarnya.

Meski demikian, ia menilai digitalisasi pendidikan tetap harus didorong sejalan dengan program pemerintah pusat.

"Data daerah yang belum ada listrik dan jaringan juga sudah kita ajukan," jelasnya.

Fran menyebut kendala lain di dunia pendidikan daerah adalah keterbatasan operator sekolah dan kemampuan pengelolaan data pendidikan.

"Kadang operator terbatas, skill juga masih perlu ditingkatkan. Makanya tiap tahun kita latih," katanya.

Ia berharap persoalan anggaran segera teratasi agar berbagai program pendidikan di Sekadau bisa kembali berjalan optimal.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved