Dinkes Kayong Utara Bekali Nakes Puskesmas Hadapi Transformasi Layanan Posyandu
Upaya memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat terus dilakukan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Kayong Utara.
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Satu diantaranya melalui orientasi pembinaan posyandu bidang kesehatan bagi tenaga kesehatan puskesmas yang digelar di Mahkota Hotel, pada Kamis 7 Mei 2026 kemarin.
- Kegiatan ini melibatkan para penanggung jawab promosi kesehatan, gizi, serta kesehatan ibu dan anak (KIA) dari sejumlah puskesmas di Kabupaten Kayong Utara.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONGUTARA - Upaya memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat terus dilakukan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Kayong Utara.
Satu diantaranya melalui orientasi pembinaan posyandu bidang kesehatan bagi tenaga kesehatan puskesmas yang digelar di Mahkota Hotel, pada Kamis 7 Mei 2026 kemarin.
Kegiatan ini melibatkan para penanggung jawab promosi kesehatan, gizi, serta kesehatan ibu dan anak (KIA) dari sejumlah puskesmas di Kabupaten Kayong Utara.
Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kayong Utara, dr. Maria Fransisca Antonelly Schoggers, mengatakan, orientasi tersebut menjadi langkah penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam mendukung transformasi layanan posyandu.
Menurutnya, peran petugas promosi kesehatan, gizi, dan KIA sangat penting dalam menggerakkan pelayanan posyandu di masyarakat.
"Kami mengharapkan penguatan tenaga kesehatan yang terlibat di dalam pengadaan posyandu. Kalau hari ini yang diundang adalah penanggung jawab promosi kesehatan, penanggung jawab gizi, dan juga kesehatan ibu dan anak (KIA). Tiga petugas ini memiliki peran yang penting di dalam penggerakan posyandu," ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep posyandu kini telah berkembang menjadi layanan kesehatan terpadu berbasis siklus hidup. Pelayanan tidak lagi hanya difokuskan pada ibu hamil dan balita, tetapi mencakup seluruh kelompok usia.
Baca juga: Kemenkum Kalbar Harmonisasi Raperbup Kayong Utara tentang Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin
"Posyandu saat ini mencakup seluruh siklus hidup, mulai dari persiapan kehamilan, ibu hamil, bayi dan balita, usia sekolah, remaja, usia produktif, hingga lansia. Semua bisa mendapatkan layanan di posyandu," jelasnya.
Ia menambahkan, perubahan sistem pelayanan tersebut membuat tanggung jawab kader posyandu menjadi semakin besar dibanding sebelumnya.
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah desa dapat memberikan perhatian dan dukungan lebih terhadap kader posyandu, termasuk terkait insentif.
"Kami mengharapkan dengan posyandu integrasi layanan primer, yang mana beban dan tanggung jawab kader posyandu itu semakin banyak dan besar, mereka juga mendapatkan perhatian lebih dari desa. Mengenai insentif kader, itu masih menjadi kewenangan desa," katanya.
dr.Sisca berharap kolaborasi tenaga kesehatan, kader posyandu dan pemerintah desa dapat memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Kayong Utara.
"Kami membutuhkan dukungan optimal dari desa supaya ketahanan kesehatan kita tidak hanya ditanggung oleh tenaga kesehatan, melainkan juga tenaga kader, agar semakin memberdayakan masyarakat," pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| 12 Jamaah Calon Haji Mempawah Dilepas, Mulyadi Sebut Kuota 2027 Diperkirakan Capai 250 Orang |
|
|---|
| Poltekkes Kemenkes Pontianak Hibahkan Septic-tank PVC di Bantaran Sungai di Kubu Raya |
|
|---|
| Truk Pasir Mogok di Tanjakan Jembatan Kapuas I Saat Hindari Kendaraan Depan |
|
|---|
| 33 CJH Sintang Berangkat Haji, Ada yang Menunggu Sejak 2013 |
|
|---|
| Lepas 33 Calon Jamaah Haji, Ronny: Jaga Kekompakan dan Nama Baik Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-dan-KB-Kabupaten-Ka.jpg)