Pantau Harga Bapokting, Diskumindag Sebut Harga Beras Naik, Telur Ayam Ras Turun
Diskumindag Sambas mengungkapkan sejumlah bahan pokok peting (bapokting) mulai mengalami kenaikan harga, Minggu 3 Mei 2026.
Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Kepala Bidang Perdagangan Diskumindag Sambas, Suparno menjelaskan, dari hasil pantauan harga bapok di pasar pihaknya mendapati adanya kenaikan harga beras.
- Suparno mengungkapkan, kenaikan harga beras di pasar disebabkan adanya perubahan harga di tingkat distributor. Selain itu harga beras naik karena faktor harga gabah di tingkat petani yang juga naik.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, mengungkapkan sejumlah bahan pokok peting (bapokting) mulai mengalami kenaikan harga, Minggu 3 Mei 2026.
Kepala Bidang Perdagangan Diskumindag Sambas, Suparno menjelaskan, dari hasil pantauan harga bapok di pasar pihaknya mendapati adanya kenaikan harga beras.
"Dari hasil pantauan harga sejumlah bahan pokok, kami menyampaikan laporan perkembangan harga bapokting terjadi kenaikan harga beras di tingkat pengecer hingga 5 persen," ungkap Suparno, Minggu 3 April 2026.
Suparno mengungkapkan, kenaikan harga beras di pasar disebabkan adanya perubahan harga di tingkat distributor. Selain itu harga beras naik karena faktor harga gabah di tingkat petani yang juga naik.
"Ini disebabkan dari distributor juga mengalami kenaikan dan juga di tingkat petani harga gabah jenis juga naik terutama untuk varietas tertentu seperti impari," ucapnya.
Dia mengungkapkan, dari hasil pantauan harga komoditas telur ayam ras dan cabai mengalami penurunan harga. Penyebabnya karena ketersediaan komoditas ini mencukupi kebutuhan pasar.
Baca juga: Bukit Piantus Sambas, Tempat Terbaik Menikmati Senja dan Fajar di Kalimantan Barat
"Terjadi penurunan harga komoditas telur ayam ras dan cabai, hal ini disebabkan tersedianya pasokan dengan jumlah yang cukup di pasar," ungkap Suparno.
Dia juga menambahkan, bahan pokok seperti minyak goreng dan gula pasir saat ini ketersediaannya cukup. Walaupun sepekan lalu komoditi itu mengalami kenaikan harga.
"Terhadap komoditi tertentu yang minggu lalu sempat kosong seperti minyak makan dan gula saat ini pasokan cukup memadai," jelasnya.
Dia mengatakan, Diskumindag juga menyampaikan terjadi perubahan harga gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) non subsidi yang dapat mempengaruhi harga bapok.
"Kami juga melaporkan terdapat kenaikan harga bapok di luar pantauan namun mempengaruhi harga pantauan sebagai berikut, perubahan harga di pengecer gas non subsidi mulai tanggal 18 April 2026," ucapnya.
Dia merincikan, harga Gas LPG mengalami kenaikan, meliputi gas 5,5 kilogram dari harga awal Rp 115.000 menjadi Rp130.00. Kemudian gas 12 kg dari Rp 215.000 naik menjadi Rp250.000.
"Hal ini disebabkan adaya perubahan harga dari Pertamina sebagai berikut, gas 12 kg naik sebesar Rp33.600 dan gas 5,5 kg naik sebesar Rp15.400," ungkap Suparno.
Lebih jauh, Suparno menjelaskan bahwa untuk mengendalikan harga bapok supaya tidak terus-menerus mengalami kenaikan Diskumindag segera mengambil langkah melakukan operasi pasar murah.
"Saat ini kami terus komunikasi dengan distributor dan Bulog dan secepatnya kami akan melakukan pasar murah untuk komoditi beras minyak makan dan gula," tuturnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Warga Pengkadan Kapuas Hulu Terima Program BPNT dari Pemerintah Pusat |
|
|---|
| Peringati Hari Bumi, Penanaman Pohon di Riam Sentegung Dilakukan |
|
|---|
| Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Flamboyan Naik, Pedagang Keluhkan Stok Terbatas |
|
|---|
| Lengkap! Daftar Hotel dan Penginapan di Sekadau, Solusi Nyaman untuk Wisatawan dan Pelaku Perjalanan |
|
|---|
| Juara Master Chef Indonesia Ajak Warga Ramaikan Kalbar Food Festival |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/mbas-beberapa-waktu-lalu.jpg)