BGN Sintang Targetkan 190 SPPG, 16.032 Anak Sudah Nikmati Makan Bergizi Gratis
Selain itu, akan ada penambahan 1 SPPG di Kecamatan Sungai Tebelian yang direncanakan mulai beroperasi pada 2 Maret 2026.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Sintang, Zamzami, menyampaikan perkembangan terbaru pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat per 25 Februari 2026.
Zamzami menjelaskan, di Kabupaten Sintang ditargetkan pembangunan kurang lebih 40 SPPG aglomerasi dan 150 SPPG wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Hingga saat ini, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang telah aktif atau memperoleh SK/BA verifikasi dan validasi sebanyak 9 SPPG.
Dari jumlah tersebut, 7 SPPG telah beroperasi, masing-masing 1 SPPG di Kecamatan Sepauk, 2 SPPG di Kecamatan Sungai Tebelian, dan 4 SPPG di Kecamatan Sintang.
Selain itu, akan ada penambahan 1 SPPG di Kecamatan Sungai Tebelian yang direncanakan mulai beroperasi pada 2 Maret 2026.
• Dari RSUD Hingga Jembatan Melawi, Pemkab Sintang Perkuat Usulan Pembangunan ke DPR RI
Sementara 1 SPPG di Kecamatan Kelam Permai baru mendapatkan SK Kepala SPPG dan diperkirakan mulai beroperasi setelah Lebaran.
“Dengan bertambahnya SPPG yang aktif, kami optimistis cakupan penerima manfaat akan terus meningkat,” ujar Zamzami.
Saat ini, total penerima manfaat MBG di Kabupaten Sintang mencapai 16.032 orang. Rinciannya, Kecamatan Sintang sebanyak 7.750 penerima, Kecamatan Sepauk 1.547 penerima, dan Kecamatan Sungai Tebelian 6.735 penerima. Jika seluruh 9 SPPG telah beroperasi penuh, potensi penerima manfaat diperkirakan meningkat menjadi 19.049 orang.
Dari sisi sumber daya manusia, hingga kini terdapat 308 relawan yang telah bekerja di sejumlah SPPG untuk mendukung operasional program MBG.
Untuk mendukung kebutuhan bahan pangan, BGN Sintang telah menggandeng 22 supplier yang terdiri dari pelaku UMKM, supplier lainnya, serta BUMDes.
Sejumlah UMKM yang terlibat antara lain toko buah, produsen tahu dan tempe, bakery, depot air minum, hingga peternak unggas. Selain itu, terdapat supplier lain serta BUMDes Nenas Mekar Agung yang turut berkontribusi.
“Jumlah supplier masih berpotensi bertambah, karena untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan tidak memungkinkan hanya mengandalkan satu atau dua supplier saja,” jelas Zamzami.
Dari sisi sarana, bangunan SPPG di Kabupaten Sintang mayoritas memanfaatkan ruko. Di Kecamatan Sepauk terdapat 1 SPPG menggunakan ruko.
Di Kecamatan Sintang, 3 SPPG menggunakan ruko dan 1 bangunan baru. Sedangkan di Kecamatan Sungai Tebelian, 1 SPPG menggunakan ruko dan 1 memanfaatkan gudang.
Zamzami menambahkan, wilayah yang belum terjangkau program MBG akan dicakup melalui pembangunan SPPG yang saat ini tengah dalam tahap persiapan.
Program MBG
Program Makanan Bergizi Gratis
SPPG
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Senin 2 Maret 2026
Kalbar
Kalimantan Barat
Sintang
| Aliansi Buruh Kalbar Dorong Perda untuk Lindungi Pekerja Perkebunan Sawit |
|
|---|
| Investasi Masuk ke Kalbar, Gubernur Norsan Ungkap Tenaga Kerja Belum Terserap |
|
|---|
| MABM Singkawang Dorong Penggunaan Bahasa Melayu Sambas Lewat Program Revitalisasi 2026 |
|
|---|
| Gubernur Kalbar Akan Bahas 10 Tuntutan Buruh, Dorong Peningkatan Kompetensi Pekerja |
|
|---|
| Jumat Berbagi Satbrimob Polda Kalbar Sasar Warga Kurang Mampu, Bentuk Kepedulian Sesama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/PROGRAM-MBG435RSEWF.jpg)