Ramadhan 2026

JSSB Jadi Tempat Ngabuburit Bulan Puasa Ramadan, Warga Resah Aksi Balap Liar

Kawasan Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB) di Makrampai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas menjadi tempat favorit warga untuk ngabuburit

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
NGABUBURIT DI JSSB - Suasana kepadatan kendaraan sepeda motor melintas di Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB) ketika sore hari. Ramai warga berlalu lalang untuk menikmati waktu sore sambil ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa, Rabu 25 Februari 2026. I 

Ringkasan Berita:
  • Ketika sore hari lalu lalang dan hilir mudik kendaraan menjadi pemandangan yang tak terelakkan sejak awal puasa Ramadan. Warga ramai beraktivitas sepanjang ruas jalan menuju JSSB.
  • Selain dipadati warga yang baru pulang dari beraktivitas, kawasan JSSB menjadi pilihan tempat ngabuburit yang disenangi warga. Mereka berjalan kaki di sepanjang kawasan itu hanya untuk menunggu waktu magrib tiba.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kawasan Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB) di Makrampai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas menjadi tempat favorit warga untuk ngabuburit saat puasa Ramadan, Kamis 26 Februari 2026.

Ketika sore hari lalu lalang dan hilir mudik kendaraan menjadi pemandangan yang tak terelakkan sejak awal puasa Ramadan. Warga ramai beraktivitas sepanjang ruas jalan menuju JSSB.

Selain dipadati warga yang baru pulang dari beraktivitas, kawasan JSSB menjadi pilihan tempat ngabuburit yang disenangi warga. Mereka berjalan kaki di sepanjang kawasan itu hanya untuk menunggu waktu magrib tiba.

Salah satu warga Kecamatan Tebas, Maman (24) mengaku dirinya kerap menghabiskan waktu sore untuk ngabuburit di kawasan JSSB sejak awal puasa Ramadan. Menurutnya JSSB memiliki nuansa yang indah saat sore hari.

"Saya sering berjalan ke JSSB selama bulan puasa ini, sambil menunggu waktu buka puasa," ucap Maman, yang juga seorang mahasiswa aktif di Kampus Poltesa, Kamis 26 Februari 2026.

Menurut Maman, dari atas ketinggian JSSB terlihat pemandangan yang memanjakan mata. Suasananya juga menjadi sejuk karena udara yang berhembus saat sore hari.

Selain pemandangan dari atas jembatan jadi daya tarik, Maman mengaku selama puasa Ramadan ramai warga yang berkumpul area jembatan. Sebagian warga memilih untuk berolahraga joging, sebagian lain sekedar untuk bersantai.

Baca juga: Kemenkum Kalbar Harmonisasi Raperbup Sambas tentang Tenaga Alih Daya

"Pemandangannya bagus di atas JSSB, udara sejuk, bisa melihat perbukitan, di sini juga ramai orang yang datang untuk santai, ada juga yang datang untuk joging," jelas Maman.

Namun Maman mengaku resah beberapa waktu belakangan di kawasan JSSB dijadikan sebagai tempat untuk aksi balap liar. Dia menilai aksi tidak terpuji ini dapat membahayakan pengendara maupun warga lain yang sedang melintas.

"Bahaya lah meresahkan orang lain, mereka yang balap liar, apalagi kejadian yang dilakukan waktu sore-sore. Jelas balap liar di kawasan JSSB bisa mengganggu pengguna jalan yang lain," katanya.

Dia menambahkan, bahwa para joki balap liar salah tempat untuk mengadu ketangkasan aksi balap. Aksi itu, jelas dia, seharusnya dilakukan di sirkuit bukan di jalan umum seperti di JSSB

"Sudah jelas-jelas kelakuan itu dilakukan di jalan umum bukan track tempat mereka untuk balap," kata Maman.

Dia juga menyoroti kondisi JSSB yang minim penerangan ketika malam hari. Dia bilang kondisi lampu penerangan jembatan ini padam berbahaya untuk pengendara yang melintas.

"Belum lagi kalau saat malam di JSSB kondisinya sangat gelap sehingga orang yang ingin berlalu lalang melintas di jembatan jadi mengerikan," katanya.

Dia juga menyayangkan belum adanya tindakan tegas dari pihak berwenang untuk mengatasi pelaku balap liar yang meresahkan warga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved