Operasi Pasar Digencarkan, Pemkab Sintang Fokus Stabilkan Harga dan Inflasi
Ia menjelaskan, terdapat lima komponen utama penyumbang inflasi di Sintang. Beberapa di antaranya berada di luar kendali pemerintah daerah.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Selain operasi pasar, Pemkab Sintang juga terus melakukan pemantauan harga secara berkala. Berdasarkan rilis terakhir Januari, inflasi Kabupaten Sintang tercatat termasuk yang tertinggi di Kalimantan Barat secara year on year, yakni sebesar 4,52 persen.
- Ia menjelaskan, terdapat lima komponen utama penyumbang inflasi di Sintang. Beberapa di antaranya berada di luar kendali pemerintah daerah.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Sintang Subendi menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan melalui operasi pasar dan pemantauan harga secara rutin.
Menurut Subendi, operasi pasar menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap momentum hari besar keagamaan dengan melibatkan berbagai pihak.
“Operasi pasar ini merupakan kolaborasi, mulai dari CU hingga Pertamina untuk penjualan LPG 3 kilogram. Kami selalu berkolaborasi. Selain di Kota Sintang, operasi pasar juga akan dilaksanakan di Kecamatan Binjai Hulu,” ujarnya.
Selain operasi pasar, Pemkab Sintang juga terus melakukan pemantauan harga secara berkala. Berdasarkan rilis terakhir Januari, inflasi Kabupaten Sintang tercatat termasuk yang tertinggi di Kalimantan Barat secara year on year, yakni sebesar 4,52 persen.
• Bupati Sintang Sapa Warga, Operasi Pasar Sediakan 950 Paket Sembako Bersubsidi
“Fokus kita sekarang bagaimana menstabilkan harga. Stok bahan pokok penting tersedia dan terus kita jaga,” kata Subendi.
Ia menjelaskan, terdapat lima komponen utama penyumbang inflasi di Sintang. Beberapa di antaranya berada di luar kendali pemerintah daerah.
Salah satu pemicu utama adalah kebijakan subsidi listrik yang pada 2025 masih ada, namun pada 2026 sudah tidak diberlakukan lagi.
“Ini berdampak langsung pada inflasi,” jelasnya.
Selain itu, emas atau perhiasan juga menjadi penyumbang inflasi karena faktor budaya masyarakat yang cenderung membeli emas menjelang hari raya.
Komoditas lain yang turut menyumbang inflasi adalah bawang merah, ikan nila, serta beras kategori medium dan premium.
“Semua ini terus kami pantau untuk menekan kenaikan harga. Namun untuk subsidi listrik dan perhiasan, itu memang di luar kendali pemerintah,” tambahnya.
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Subendi mengungkapkan dirinya telah mengunjungi seluruh dapur MBG di Kabupaten Sintang.
Ia memastikan pasokan kebutuhan dapur MBG tersedia. Namun, untuk sayur-sayuran seperti sawi dan kacang, pasokan lokal masih terbatas. Sementara daging ayam dan sapi sebagian besar dipasok dari pasar atau pemasok.
“Daging ayam yang digunakan sebagian besar ayam beku. Ketika harga ayam beku naik, itu memicu kenaikan harga daging ayam segar,” ungkap Subendi.
Saat mendampingi tim Satgas Pangan dari pusat, pihaknya mencatat harga ayam berada di kisaran Rp48 ribu per kilogram, sementara harga daging sapi mencapai Rp170 ribu per kilogram.
Operasi Pasar Murah
operasi pasar
Pemkab Sintang
Gregorius Herkulanus Bala
Bupati Sintang
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Kamis 26 Februari 2026
Sintang
Kalbar
Kalimantan Barat
| Kisah Duta di Kalbar Naker Fest 2026: Penulis Buku yang Lamar Ratusan Perusahaan Demi Jadi Teknisi |
|
|---|
| Bukan Sekadar Alamat! Inilah Daftar Nama Jalan Unik di Sambas yang Punya Sejarah Mendalam |
|
|---|
| Satbrimob Polda Kalbar Sterilisasi di Rumah Radakng menjelang Pembukaan Pekan Gawai Dayak |
|
|---|
| 5 Tempat Wisata Hits di Sambas yang Wajib Dikunjungi, Ada Pantai Eksotis hingga Wisata Sejarah Megah |
|
|---|
| Awasi Orang Asing, Imigrasi Sanggau Bentuk Desa Binaan Imigrasi di Melawi Kalbar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/OPERASI-PASAR435ewfds.jpg)