Kasus ISPA di Sambas, 2.411 Orang Dirawat Selama Januari 2026

Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas Kalimantan Barat mengungkap situasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut

Tayang:
Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/IMAM MAKSUM
KASUS ISPA - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dr Ganjar Eko Prabowo. Ganjar menyebut pihaknya mencatat kasus ISPA pada rentang Januari hingga Februari 2026 mencapai 2.411 kasus. Jumlah kasus itu termasuk seluruh kategori umur pasien ISPA. Namun belum terdapat kasus kematian akibat penyakit tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dr Ganjar Eko Prabowo mengatakan, pihaknya mencatat kasus ISPA pada rentang Januari hingga Februari 2026 mencapai 2.411 kasus.
  • Jumlah kasus tersebut termasuk seluruh kategori umur pasien ISPA. Namun belum terdapat kasus kematian akibat penyakit tersebut.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas Kalimantan Barat mengungkap situasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Sambas, Selasa 3 Februari 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dr Ganjar Eko Prabowo mengatakan, pihaknya mencatat kasus ISPA pada rentang Januari hingga Februari 2026 mencapai 2.411 kasus.

Jumlah kasus tersebut termasuk seluruh kategori umur pasien ISPA. Namun belum terdapat kasus kematian akibat penyakit tersebut.

"Sementara untuk kasus ISPA semua umur di Kabupaten Sambas tahun 2026 sampai saat ini rentang Januari hingga Februari tercatat 2.411 kasus dengan 0 kasus kematian," imbuhnya.

Ganjar Eko Prabowo menambahkan, perbandingan kasus ISPA tahun ini dengan dua tahun sebelumnya belum terjadi peningkatan signifikan.

"Sedangkan tahun 2025 sebanyak 52.100 kasus dan tahun 2024 sebanyak 53.267 kasus. Ini menunjukkan tidak ada peningkatan kasus dibandingkan dari tahun sebelumnya," ungkapnya.

Lebih jauh, Ganjar Eko Prabowo menyebutkan, Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau yang sering dikenal sebagai ISPA masih menjadi satu dari berbagai persoalan kesehatan di Indonesia yang masih mendapat perhatian.

Baca juga: Sambas Perkuat Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Produk Unggulan KDMP

"ISPA, infeksi yang menyerang saluran pernapasan, baik bagian atas, hidung, tenggorokan, sinus, maupun bagian bawah trakea, bronkus, paru-paru, yang berlangsung hingga 14 hari," tambahnya.

Dia menegaskan, penyakit ini sangat menular dan sering terjadi, terutama saat musim hujan atau ketika imunitas tubuh menurun. Dia bilang, Pemerintah Kabupaten Sambas meminta setiap warga mewaspadai penyakit ISPA.

"Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mengimbau seluruh masyarakat untuk dapat meningkatkan kewaspadaan penyakit ISPA ini agar tidak terjadi permasalahan di masyarakat," tegasnya.

Dia menuturkan, adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan sebagai berikut, mulai dari mencuci tangan secara rutin.

"Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas di tempat umum, sebelum makan, dan setelah batuk atau
bersin," terangnya.

Dia juga meminta masyarakat memperbanyak konsumsi makanan bergizi. Konsumsi makanan kaya vitamin, mineral, dan serat untuk memperkuat daya tahan tubuh.

"Rutin berolahraga, lakukan aktivitas fisik secara teratur untuk menjaga kebugaran tubuh. Hindari kontak dengan orang sakit terutama mereka yang menunjukkan gejala ISPA," jelasnya.

Dia juga mengimbau setiap warga menggunakan masker setiap beraktivitas di luar ruangan maupun tempat umum.

"Saat berada di tempat umum atau keramaian, gunakan masker untuk melindungi diri dari percikan droplet yang membawa virus atau bakteri," terangnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved