14 Warga Kayong Utara Terserang DBD, Dinkes Turun Langsung ke Lapangan Cegah DBD Bertambah

Kayong Utara tetap sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) atas merebaknya kasus Demam Berdarah (DBD).

Tayang:
Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
DBD - Kasua DBD Kabupaten Kayong Utara catat 14 kasus pada bulan Mei 2026 ini. Dinkes langsung ambil langkah antisipasi dan edukasi warga agar selalu menjaga kebersihan lingkungan. 
Ringkasan Berita:
  • Makanya kasus DBD di Kabupaten Kayong Utara kembali menjadi perhatian khususnya.
  • Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara mencatat sebanyak 14 warga terserang DBD sepanjang Mei 2026.
  • Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kayong Utara, dr Maria Fransisca Antonelly Schoggers, mengatakan kasus tersebut tersebar di empat kecamatan, dengan jumlah terbanyak ditemukan di wilayah Teluk Melano dan Sukadana.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA – Kayong Utara tetap sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) atas merebaknya kasus Demam Berdarah (DBD).

Kasus DBD di Kabupaten Kayong Utara kembali menjadi perhatian khususnya.

Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara mencatat sebanyak 14 warga terserang DBD sepanjang Mei 2026.

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kayong Utara, dr Maria Fransisca Antonelly Schoggers, mengatakan kasus tersebut tersebar di empat kecamatan, dengan jumlah terbanyak ditemukan di wilayah Teluk Melano dan Sukadana.

“Bulan Mei sudah ada 14 kasus. Lima kasus dari Teluk Melano, lima dari Sukadana, dua dari Siduk, dan dua dari Teluk Batang,” ujarnya, Jumat 15 Mei 2026.

Baca juga: Pelajar Kapuas Hulu Meninggal Usai Motor Hantam Mobil Parkir di Jalan, Sempat Terpental ke Parit

Meningkatnya kasus DBD membuat Dinas Kesehatan bersama puskesmas mulai memperkuat langkah pencegahan dengan melibatkan masyarakat, pemerintah desa, hingga lintas sektor lainnya.

Salah satu upaya yang digencarkan yakni mengaktifkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), sosialisasi pola 3M Plus, hingga fogging atau pengasapan di sejumlah titik yang ditemukan kasus.

“Kami sudah melakukan penggerakan masyarakat melalui puskesmas, melakukan pendekatan ke desa dan lintas sektor untuk aksi PSN dengan pola 3M Plus, serta melaksanakan fogging,” katanya.

Tak hanya itu, jajaran Dinas Kesehatan juga turun langsung ke lapangan guna memperkuat penanganan di wilayah yang dianggap rawan penyebaran DBD, khususnya di Teluk Melano.

“Kami dari Dinkes juga turun langsung untuk penguatan di Melano, sekaligus membantu edukasi kepada masyarakat dan membagikan bubuk abate,” ungkapnya.

Masyarakat pun diimbau lebih waspada dengan rutin menjaga kebersihan lingkungan sekitar, terutama menguras tempat penampungan air dan membersihkan genangan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.
 
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved