Kades Sungai Sapak Menangis, Momen Peresmian Jalan di Subah

peresmian Jalan Sungai Sapak-Sepandak Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, seorang kepala desa masih menyisakan tangis haru

Tayang:
Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Imam Maksum
PERESMIAN JALAN - KEPALA Desa Sungai Sapak, Yono, usai peresmian jalan aspal di Dusun Kembile Desa Sungai Sapak, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Kalbar, Sabtu 24 Januari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Momen peresmian ruas jalan 4,7 kilometer aspal itu berlangsung lancar ditandai proses pemotongan bambu. Lalu disambut tarian adat Dayak masyarakat setempat.
  • Seorang pria, Yono, Kepala Desa Sungai Sapak tak sanggup membendung air mata. Tangisnya pecah ketika memberikan sambutan di atas mimbar.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Di balik meriahnya peresmian Jalan Sungai Sapak-Sepandak Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, seorang kepala desa masih menyisakan tangis haru, Senin 26 Januari 2026.

Momen peresmian ruas jalan 4,7 kilometer aspal itu berlangsung lancar ditandai proses pemotongan bambu. Lalu disambut tarian adat Dayak masyarakat setempat.

Seorang pria, Yono, Kepala Desa Sungai Sapak tak sanggup membendung air mata. Tangisnya pecah ketika memberikan sambutan di atas mimbar.

Yono terharu setelah penantian panjang 38 tahun warga Sungai Sapak, terutama masyarakat Subah mendambakan jalan aspal mulus akhirnya tersentuh proyek pembangunan.

Jalan itu telah diresmikan dan dapat dilewati semua jenis kendaraan roda dua maupun roda empat. Yono mengenang bagaimana sulitnya warga melintasi jalan rusak selama bertahun-tahun.

"Alhamdulillah, perbedaan kondisi jalan yang sebelumnya dengan sekarang sangat jauh berbeda. Foto-foto pun menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan," ucap Yono, Sabtu 24 Januari 2026 lalu.

Yono bercerita, dirinya ingat betul kala berkendara selama satu jam lebih dari kantor Desa Sungai Sapak menuju Kantor Camat Subah melewati jalan rusak.

"Dulu, saya menempuh jarak dari kantor desa ke kecamatan hampir satu jam dengan susah payah," kenang Yoni.

Baca juga: Siswa Eligible SMAN 1 Sambas, Donita Mengaku Paham Cara Registrasi Akun SNBP

Yono juga berkata di tengah perjalanan itu ia kerap menyaksikan anak-anak sekolah berjibaku melintasi lumpur dan jalan terjal. Kata dia, murid kerap terlambat datang sekolah karena terjebak di jalan rusak.

"Saya sering bertemu anak-anak sekolah yang tidak sampai ke sekolah tepat waktu karena sudah pukul 08.00 pagi," ucap ya.

"Masyarakat yang hendak berbelanja pun sering terpaksa kembali pulang karena kondisi jalan yang hancur total," imbuh dia.

Yono mengatakan, tetapi sekarang masyarakat telah dapat bernapas lebih lega. Infrastruktur jalan aspal telah tersentuh.

"Namun sekarang, masyarakat merasa senang dan benar-benar bersyukur dengan dibangunnya infrastruktur jalan ini," ucapnya.

Dia bilang, akses ke berbagai tujuan, seperti ke rumah sakit, pasar, dan fasilitas pendidikan, menjadi lebih cepat, lebih mudah dan tidak ada kendala sama sekali.

"Hal ini turut mendorong peningkatan perekonomian. Dahulu, masyarakat kesulitan menjual hasil usaha dan membawa barang keluar kampung," ujarnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved