Penganiayaan Anak

Miris, Bocah 6 Tahun di Ketapang Dirawat Intensif Usai Diduga Dianiaya Pacar Ibunya

Berdasarkan keterangan awal kepolisian, kejadian bermula ketika ibu korban membawa anaknya ke rumah terduga pelaku.

NET
Ilustrasi Penganiayaan Anak. Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Ketapang, di mana seorang bocah laki-laki berusia enam tahun harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan pacar ibunya. 

Ringkasan Berita:
  • Korban mengalami sejumlah luka lebam di tubuh dan wajah akibat dugaan tindak kekerasan yang dialaminya.
  • Kasat Reskrim Polres Ketapang, IPTU Dedy Syahputra Bintang, mengatakan terduga pelaku berinisial R (27) telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan di Mapolres Ketapang.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAANG - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Ketapang, di mana seorang bocah laki-laki berusia enam tahun harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan pacar ibunya.

Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Mulia Baru, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Rabu 14 Januari 2026.

Korban mengalami sejumlah luka lebam di tubuh dan wajah akibat dugaan tindak kekerasan yang dialaminya.

Kasat Reskrim Polres Ketapang, IPTU Dedy Syahputra Bintang, mengatakan terduga pelaku berinisial R (27) telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan di Mapolres Ketapang.

"Peristiwa terjadi pada Rabu, 14 Januari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu terduga pelaku hanya berdua dengan korban di rumahnya di Kelurahan Mulia Baru," ujar Dedy Bintang saat dikonfirmasi Tribun Pontianak, Jumat 16 Januari 2026.

Laporan dugaan penganiayaan tersebut dilayangkan oleh ayah kandung korban berinisial D (35).

Sementara ibu korban diketahui berinisial Y, Keluarga korban tercatat sebagai warga Desa Tanjung Baik Budi, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang.

6 Peristiwa Terpopuler Kalbar! Misteri Hilangnya Warga Ketapang Terungkap, Mayat Pria di Mempawah

Berdasarkan keterangan awal kepolisian, kejadian bermula ketika ibu korban membawa anaknya ke rumah terduga pelaku.

Setelah itu, ibu korban pergi ke pasar dan meninggalkan anaknya bersama pelaku, dan saat itulah dugaan penganiayaan terjadi.

Polisi menyebut motif sementara dipicu oleh emosi pelaku yang merasa kesal karena korban kerap sakit.

Kondisi itu disebut membuat biaya pengobatan korban menggerus dana yang telah disiapkan pelaku untuk rencana pernikahan dengan ibu korban.

"Pelaku mengaku emosi, lalu melakukan penganiayaan terhadap anak tersebut dengan tangan kosong. Luka ditemukan di sekujur tubuh, terutama di bagian badan dan wajah korban," jelas Dedy.

Kasus ini terungkap setelah pihak rumah sakit mencurigai penyebab luka pada tubuh korban. Awalnya, ibu korban menyebut luka tersebut akibat terjatuh.

Namun, tenaga medis menilai pola luka tidak sesuai dengan kecelakaan biasa karena ditemukan memar di sejumlah bagian tubuh.

Pihak rumah sakit kemudian berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) dan melaporkan temuan tersebut ke kepolisian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved