Imlek, Cap Go Meh dan Ramadan Berdekatan Wali Kota Singkawang Minta Agenda Event Dikemas Matang
Dengan demikian, perputaran ekonomi dapat terjadi lintas budaya dan lintas momentum
Penulis: Widad Ardina | Editor: Jamadin
Ringkasan Berita:
- Lebih lanjut, ia menerangkan sebagai contoh, saat perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa juga dapat ikut berbelanja atau sekadar menikmati kuliner berbuka puasa.
- Dengan demikian, perputaran ekonomi dapat terjadi lintas budaya dan lintas momentum.
- Maka, kata dia menekankan, Dinas Pariwisata harus mulai bergerak cepat dari sekarang untuk mengemas dua perayaan ini agar menarik.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan kepada Dinas Pariwisata untuk segera mengemas dan mendesain program secara matang.
Khususnya menyusun program agenda perayaan untuk Kalender Event Pemerintah Kota Singkawang.
"Sehingga masyarakat dapat memahami dan tertarik, sekaligus mampu mengundang wisatawan dari mana pun untuk berkunjung ke Kota Singkawang," katanya, saat diwawancarai pada, Kamis 15 Januari 2026.
Lanjutnya, hal terpenting berikutnya adalah menyampaikan dan mempresentasikan konsep ini kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Alasannya, kata dia, untuk mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, karena melalui penyelenggaraan berbagai event, sasaran utamanya adalah penguatan UMKM.
"Ekonomi kreatif inilah yang harus kita tampilkan, termasuk jenis UMKM apa saja yang kita miliki dan produk apa yang mereka jual," ucapnya.
Tak hanya itu, di tahun 2026 ini juga menjadi tahun yang istimewa. Sebab di Kota Singkawang akan menggelar sejumlah kegiatan, selain Imlek dan Cap Go Meh adalah Ramadhan Fair.
Lanjutnya, konsep Pasar Ramadhan juga harus dikemas dengan konsep yang menarik, modern, dan inklusif.
Sehingga tidak hanya masyarakat Muslim, tetapi semua kalangan dapat berbelanja dan menikmati suasana.
Ia menegaskan konsep yang dibangun harus mencerminkan harmonisasi, dengan sajian makanan yang menarik, berkualitas, dan memiliki cita rasa yang baik. "Hal ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan sebagai contoh, saat perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa juga dapat ikut berbelanja atau sekadar menikmati kuliner berbuka puasa.
"Dengan demikian, perputaran ekonomi dapat terjadi lintas budaya dan lintas momentum," ucapnya.
Baca juga: Kelenteng Sam Bong Dja Sambas Berhias Jelang Imlek dan Cap Go Meh
Maka, kata dia menekankan, Dinas Pariwisata harus mulai bergerak cepat dari sekarang untuk mengemas dua perayaan ini agar menarik.
Apalagi ia mengaku sudah berkomunikasi melalui pesan singkat dengan Wakil Bidang Ekonomi Kreatif, menanyakan apa saja yang akan dilakukan, kapan kegiatan dimulai, serta meminta jadwal pelaksanaannya. "Artinya, semua ini harus dipantau dan dipersiapkan dengan serius," tutupnya.
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Tradisi Cap Go Meh 2025
Cap Go Meh
Larang Cap Go Meh
Cap Go Meh Singkawang
Penetapan Satu Ramadan
Tjhai Chui Mie
| 6 Alasan Singkawang Dijuluki Kota Seribu Klenteng |
|
|---|
| VIDEO: Festival Cap Go Meh Singkawang 2026! Atraksi Tatung yang Bikin Merinding |
|
|---|
| Festival Cap Go Meh Pontianak 2026 Sukses Digelar, Panitia Sampaikan Terima Kasih kepada Semua Pihak |
|
|---|
| Dari Rasa Takut hingga Pasrah, Kisah Tatung Alung Saat Atraksi Ekstrem Cap Go Meh Singkawang |
|
|---|
| Di Balik Atraksi Ekstrem Tatung Singkawang, Suhu Phen Ungkap Peran Doa dan Roh Leluhur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/chui-mie-cap-gomeh.jpg)