Imlek dan Cap Go Meh
Kelenteng Sam Bong Dja Sambas Berhias Jelang Imlek dan Cap Go Meh
Sejumlah ornamen dan hiasan segera hadir ditampilkan Kelenteng Sam Bong Dja Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat
Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Kelenteng Sam Bong Dja Sambas siap menaruh hiasan replika kuda, bola lampion, hingga lorong untuk spot berfoto. Di sana akan dibuat booth bertema Mongolia.
- Hiasan tersebut hendak ditampilkan untuk memenuhi halaman Kelenteng Sam Bong Dja Sambas. Tak hanya itu lampu-lampu akan penuh di kawasan kelenteng besar di Sambas itu.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sejumlah ornamen dan hiasan segera hadir ditampilkan Kelenteng Sam Bong Dja Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menyambut perayaan Tahun Baru Imlek, Rabu 14 Januari 2026.
Kelenteng Sam Bong Dja Sambas siap menaruh hiasan replika kuda, bola lampion, hingga lorong untuk spot berfoto. Di sana akan dibuat booth bertema Mongolia.
Hiasan tersebut hendak ditampilkan untuk memenuhi halaman Kelenteng Sam Bong Dja Sambas. Tak hanya itu lampu-lampu akan penuh di kawasan kelenteng besar di Sambas itu.
Konsep hiasan Imlek 2026 tersebut sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana pengurus kelenteng akan menambah tampilan yang tak biasa.
Selain itu, konsep hiasan ingin dibikin lebih memukau dan tak terlalu kaku. Sehingga diharapkan seluruh masyarakat dapat menikmati suasana Imlek di klenteng ini berbeda dari biasanya.
Terdapat lima replika kuda api yang sedang dibuat oleh pengurus dan pekerja. Masing-masing replika kuda memiliki bentuk dan warna yang berbeda.
Berat replika kuda mencapai 40 kilogram yang terbuat dari rangka besi. Di dalamnya ada bola lampu yang dapat menyala bak lampion. Kuda-kuda itu akan dipajang di halaman kelenteng. Satu replika kuda dibikin konsep melayang di udara seolah-olah sedang terbang.
Proses pembuatan replika kuda dilakukan kurang lebih 5 orang pekerja. Mereka telah melakukan pekerjaan sejak beberapa hari, diperkirakan selesai dalam waktu sebulan.
Ketua pengurus kelenteng Sam Bong Dja Sambas, Acung mengungkapkan, saat ini para pengurus dan pekerja sedang sibuk mempersiapkan hiasan kelenteng menyambut tahun baru Imlek.
Baca juga: Pernak-pernik Imlek di Imlek Palace Mega Mall Ayani Pontianak Ramai Diburu Pembeli
"Saya Acung, saya selaku ketua pengurus Kelenteng Sam Bong Dja. Pengerjaannya seperti tahun-tahun sebelumnya, kurang lebih kita restorasi," kata Acung, Rabu 14 Januari 2026.
Acung mengatakan, pengurus dan pekerja saat ini juga sedang menyiapkan replika kuda dan hiasan-hiasan pendukung. Termasuk ornamen bola lampion yang juga didatangkan dari Kota Singkawang.
"Kita sedang menyiapkan 5 replika kuda, ini untuk hiasan dan akan kita letakkan di kawasan kelenteng ini. Selain itu lampion-lampion juga akan datang besok dari Singkawang," ucapnya.
Acung bilang pengurus kelenteng juga merestorasi cat bangunan kelenteng untuk diperbaharui. Termasuk membersihkan area lingkungan kelenteng agar tampak estetika.
"Dimana cat-cat yang kurang bagus kita perbarui dan membersihkan sekalian, membersihkan Kelenteng. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya kita selalu berhias untuk menyambut tahun baru ini," ujarnya.
Acung berujar, tahun baru Imlek 2026 bertepatan dengan tahun kuda api. Makna kuda api, kata dia, dalam kepercayaan umat Tionghoa bahwa tahun kuda membawa keberuntungan.
"Iya kebetulan tahun ini kan tahun kuda api ya. Kepercayaan umat Tionghoa itu kalau kuda itu selalu mendatangkan keberuntungan, hoki-hoki lah," katanya.
"Kalau istilahnya ada di dalam bahasa Mandarinnya. Begitu kuda datang, kita tu selalu melakukan apapun berhasil. Itulah istimewanya di tahun kuda," imbuhnya.
Hiasan yang dipersiapkan Kelenteng Sam Bong Dja juga untuk menyambut rangkaian ibadah sembahyang pada malam tahun baru Imlek nanti. Umat Tionghoa akan ramai datang ke kelenteng ini.
"Berhias, paling nanti kita pas malam tahun baru, kita akan melakukan sembah yang bersama. Ramai-ramai di klenteng Sambong Jais di sini," ungkapnya.
Tahun kuda api dimaknai sebagai keberuntungan juga diharapkan mendatangkan keharmonisan kehidupan yang majemuk di Sambas.
"Terkait dengan selain keberuntungan, makna selain hoki, untuk keharmonisan di Sambas sendiri," kata Acung.
Masyarakat Sambas yang beragam, kata Acung, dalam momen tahun baru Imlek akan terus dirangkul untuk hadir berkumpul di kawasan kelenteng menikmati hiasan yang dihadirkan.
"Dari itu kan kita setiap tahunnya kita berhias, kita gunanya untuk merangkul semua masyarakat sambas. Terutama masyarakat Sambas kan, misalnya ada tempat berkumpul gitu. Makanya kita berhias itu karena terbuka untuk umum lah," katanya.
Dia menegaskan, bahwa kelenteng ini dihias sedemikian rupa dipercantik untuk seluruh masyarakat Kabupaten Sambas maupun wisatawan yang ingin berkunjung. Pihaknya terbuka bagi siapapun untuk datang di area kelenteng.
"Semua etnis, semua ini bisa berkunjung untuk datang berkumpul sini menikmati, istilahnya berbagi kebahagiaan lah," imbuhnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Menko AHY Hadiri Perayaan Cap Go Meh ke Kota Singkawang, Rencana akan Cek Pembangunan Infrastruktur |
|
|---|
| Berani Melangkah Menyongsong Harapan, Cahaya Mentari Usung Tema Imlek 2026 |
|
|---|
| Kisah Tatung Suhu Pen Mutaji, Siapkan Diri Sebelum Perayaan Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang |
|
|---|
| Antisipasi Lonjakan Penumpang Selama Imlek dan CGM, Badara Singkawang Siapkan Penambahan Penerbangan |
|
|---|
| Jelang Imlek dan Cap Go Meh 2026, Pemkab Mempawah Gelar Pasar Murah di Kuala Secapah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/replika-naga-dan-orna.jpg)