SALUT UT Sukadana Resmi Beroperasi, Solusi Pendidikan Tinggi bagi Warga Kayong Utara

Sementara itu, Direktur UT Pontianak, Romi Siswanto, menekankan bahwa Universitas Terbuka merupakan perguruan tinggi negeri berakreditasi A

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
FOTO BERSAMA - Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Direktur Universitas Terbuka Pontianak, Romi Siswanto bersama Kepala Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Pelite Kayong Utara Mandiri, Siti Fatimah, bertempat di Salut Pelite Kayong Utara di Jalan Bhayangkara, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. 
Ringkasan Berita:
  • Kepala SALUT Pelite Kayong Utara Mandiri, Siti Fatimah, mengatakan bahwa kondisi geografis Kabupaten Kayong Utara selama ini menjadi kendala bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
  • Ia menambahkan, sistem pembelajaran Universitas Terbuka memungkinkan pelajar maupun pekerja meningkatkan kualifikasi tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau tanggung jawab keluarga.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Pelite Kayong Utara Mandiri di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, resmi beroperasi.

Kehadiran SALUT ini memudahkan masyarakat Kabupaten Kayong Utara mengakses layanan pendidikan tinggi Universitas Terbuka tanpa harus meninggalkan daerah.

Peresmian SALUT ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Universitas Terbuka Pontianak Provinsi Kalimantan Barat, Romi Siswanto, dan Kepala SALUT Pelite Kayong Utara Mandiri, Siti Fatimah, yang berlangsung di kantor SALUT Pelite Kayong Utara Mandiri, Jalan Bhayangkara, Sukadana

Kepala SALUT Pelite Kayong Utara Mandiri, Siti Fatimah, mengatakan bahwa kondisi geografis Kabupaten Kayong Utara selama ini menjadi kendala bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

HUT ke-26 DWP Kayong Utara: Sekda Erwin Tekankan Peran Perempuan dalam Membangun Generasi Emas

"Kayong Utara memiliki keterbatasan aksesibilitas. SALUT hadir sebagai solusi melalui pembelajaran jarak jauh yang fleksibel. UT memberikan kesempatan bagi masyarakat, termasuk yang tinggal di daerah dengan mobilitas terbatas, untuk tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi," ujar Siti saat dikonfirmasi Rabu 17 Desember 2025.

Ia menambahkan, sistem pembelajaran Universitas Terbuka memungkinkan pelajar maupun pekerja meningkatkan kualifikasi tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau tanggung jawab keluarga.

"Melalui program-program UT, mereka dapat meningkatkan kualifikasi tanpa harus meninggalkan tugas dan tanggung jawab, sementara masyarakat luas memperoleh kesempatan untuk mengakses pendidikan tinggi yang terbuka bagi siapa pun," tutupnya.

Sementara itu, Direktur UT Pontianak, Romi Siswanto, menekankan bahwa Universitas Terbuka merupakan perguruan tinggi negeri berakreditasi A dan telah berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).

"Kalau ikut SALUT, biaya pendampingan sekitar Rp2,2 juta. Bandingkan dengan kuliah di kota yang harus membayar kos, biaya hidup, dan jauh dari orang tua. UT memberikan solusi agar masyarakat bisa kuliah dengan biaya lebih hemat namun tetap berkualitas," ujarnya.

Sebagai informasi, pendaftaran mahasiswa Universitas Terbuka saat ini dibuka melalui dua jalur. 

Jalur SMA/sederajat dibuka hingga 26 Januari 2026, sedangkan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dibuka hingga 15 Desember 2025. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved