GSMS Hadir di Kayong Utara, Pendidikan Karakter Didorong Lewat Seni dan Budaya

Erwin  menegaskan bahwa GSMS tidak hanya berorientasi pada pengembangan keterampilan seni, tetapi juga memiliki muara besar dalam

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Faisal Ilham Muzaqi
BERI SAMBUTAN - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kayong Utara, Erwin Sudrajat saat memberikan sambutan dan membuka kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di Pendopo Bupati, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Selasa 16 Desember 2025 malam. 
Ringkasan Berita:
  • Program GSMS dirancang sebagai ruang belajar alternatif bagi peserta didik dengan menghadirkan seniman sebagai pengajar di sekolah.
  • Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat menyerap pengetahuan seni sekaligus nilai-nilai budaya dan kebangsaan langsung dari para pelaku seni.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Pemerintah Kabupaten Kayong Utara mendorong penguatan pendidikan karakter generasi muda melalui pendekatan seni dan budaya lewat program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS).

Kegiatan GSMS digelar oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara dan berlangsung di Pendopo Bupati, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Selasa 16 Desember 2025 malam.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kayong Utara, Erwin Sudrajat.

Program GSMS dirancang sebagai ruang belajar alternatif bagi peserta didik dengan menghadirkan seniman sebagai pengajar di sekolah.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat menyerap pengetahuan seni sekaligus nilai-nilai budaya dan kebangsaan langsung dari para pelaku seni.

Erwin  menegaskan bahwa GSMS tidak hanya berorientasi pada pengembangan keterampilan seni, tetapi juga memiliki muara besar dalam pembentukan karakter dan penguatan rasa cinta tanah air.

‎Evaluasi UCJ Digelar, Pemkab Kayong Utara Perkuat Sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan

"Muara dari kegiatan ini adalah tumbuhnya rasa cinta kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di tengah perkembangan media sosial yang sangat bebas, kegiatan seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali nilai persatuan dan kebersamaan di kalangan generasi muda," ujarnya.

Menurut Erwin, pendidikan berbasis seni dan budaya menjadi salah satu pendekatan efektif dalam menanamkan nilai toleransi, empati, serta persatuan sejak dini.

Ia juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam memberikan ruang pengembangan bakat peserta didik. 

Setiap anak, kata dia, memiliki potensi yang berbeda dan perlu difasilitasi sesuai minat serta kemampuannya.

"Tidak semua anak harus dituntut unggul di semua mata pelajaran. Ada anak-anak yang memiliki bakat seni, menari, melukis, dan bidang kreatif lainnya. Tugas kita adalah memberi ruang agar bakat tersebut dapat berkembang. Program ini juga memiliki waktu yang terbatas, sehingga sejak awal perlu ada pembinaan yang terarah," Tegasnya. 

Pada kesempatan tersebut, Erwin juga menyerahkan penghargaan kepada para seniman yang telah berkontribusi dalam pelestarian seni dan budaya tradisional yang menjadi identitas dan kekayaan budaya Bumi Bertuah Kayong Utara. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved