Sekda Sintang Soroti Rendahnya PAD dari Sektor Parkir, Minta Dishub Perketat Pengawasan

“Oke ada perjanjian, dalam sebulan harus clear. Umpama jalan ini, setor sekian per bulan. Tapi harus benar-benar disiplin. Saya yakin target

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/AGUS PUJIANTO
SOROTI PAD - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menyoroti rendahnya pendapatan asli daerah (PAD) dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama sektor pariwisata dan perhubungan, khususnya pajak serta retribusi parkir. 
Ringkasan Berita:
  • Kartiyus menyampaikan bahwa aktivitas parkir di Sintang sangat tinggi, namun tidak sebanding dengan setoran yang masuk ke kas daerah.
  • Ia menjelaskan bahwa Dishub sudah memiliki perjanjian setoran dengan para pengelola parkir, termasuk target bulanan pada titik-titik tertentu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menyoroti rendahnya pendapatan asli daerah (PAD) dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama sektor pariwisata dan perhubungan, khususnya pajak serta retribusi parkir.

Kartiyus menyampaikan bahwa aktivitas parkir di Sintang sangat tinggi, namun tidak sebanding dengan setoran yang masuk ke kas daerah.

“Coba bayangkan, ke manapun kita di Sintang pasti bayar parkir. Tapi ndak tahu, ndak sampai ke Perhubungan. Makanya Dinas Perhubungan harus lebih ketat lagi mengawasi parkir,” ujar Kartiyus.

Ia menjelaskan bahwa Dishub sudah memiliki perjanjian setoran dengan para pengelola parkir, termasuk target bulanan pada titik-titik tertentu. 

Pemkab Sintang Gelar FGD Evaluasi PAD, Bappenda Siapkan Strategi Optimalisasi Pajak 2026

Namun Kartiyus menekankan perlunya kedisiplinan dan pengawasan yang lebih serius.

“Oke ada perjanjian, dalam sebulan harus clear. Umpama jalan ini, setor sekian per bulan. Tapi harus benar-benar disiplin. Saya yakin target bisa tercapai,” ujarnya.

Sebagai contoh, ia menyinggung potensi retribusi parkir di Pasar Sayur Sintang yang menurutnya jauh lebih besar dibandingkan target saat ini.

“Misal di Pasar Sayur, kalau targetnya 100 ribu sehari, penghasilan parkir sebenarnya bisa sampai 300 ribu per hari,” jelasnya.

Kartiyus berharap Dinas Perhubungan melakukan pengawasan secara ketat agar potensi retribusi parkir dapat dioptimalkan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD Kabupaten Sintang. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved