Lubuk Baji, Surga Tersembunyi Kayong Utara : Tiket Terjangkau, Panorama Luar Biasa
Kabupaten Kayong Utara menjadi satu diantara daerah di Kalimantan Barat yang memiliki keterikatan kuat dengan kawasan konservasi.
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Dari total 108.043,90 hektare kawasan Taman Nasional Gunung Palung, sekitar 80 persen berada di dalam wilayah Kayong Utara.
- Kondisi ini membuat sebagian besar bentang alam daerah tersebut berupa pegunungan, hutan hujan tropis, hingga kawasan pesisir yang berada di bawah perlindungan negara.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONGUTARA - Kabupaten Kayong Utara menjadi satu diantara daerah di Kalimantan Barat yang memiliki keterikatan kuat dengan kawasan konservasi.
Dari total 108.043,90 hektare kawasan Taman Nasional Gunung Palung, sekitar 80 persen berada di dalam wilayah Kayong Utara.
Kondisi ini membuat sebagian besar bentang alam daerah tersebut berupa pegunungan, hutan hujan tropis, hingga kawasan pesisir yang berada di bawah perlindungan negara.
Kawasan konservasi itu dikelola Balai Taman Nasional yang berada di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Keberadaan taman nasional ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama ketersediaan air bersih yang bersumber dari hutan.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Taman Nasional Gunung Palung, Joko Widodo, S.H., M.Hum., mengatakan bahwa dari sekitar 80 persen kawasan Gunung Palung yang berada di wilayah Kayong Utara, terdapat satu lokasi wisata yang paling sering dikunjungi, yakni Lubuk Baji.
"Salah satu destinasi wisata yang populer di kawasan ini adalah Lubuk Baji yang terkenal dengan air terjun dan Batu Bulan. Pengunjung dapat menikmati pemandangan alam dan kegiatan berkemah," ujar Joko saat diwawancara Tribun pontianak, Kamis 4 Desember 2025.
Lubuk Baji berada di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, dan dikenal memiliki spot favorit seperti Air Terjun Lubuk Baji dan Puncak Batu Bulan. dipuncak inilah wisatawan dapat menikmati panorama sunrise yang menjadi daya tarik utama.
Joko menyebut, untuk mencapai Puncak Batu Bulan, pengunjung harus menempuh perjalanan dua hingga lima jam dengan ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Baca juga: Langkah Baru Pemidanaan: Kayong Utara Siap Jalankan Pidana Kerja Sosial 2026
"Untuk mencapai Batu Bulan, pengunjung harus berjalan sekitar dua sampai lima jam, dengan ketinggian kurang lebih 400 MDPL,” katanya.
Terkait fasilitas di kawasan wisata Lubuk Baji, dijelaskan bahwa pengunjung tidak perlu membayangkan fasilitas seperti di puah Jawa.
Di pintu masuk tersedia loket tiket dan sarpras pendukung, termasuk sebuah saung untuk pengunjung beristirahat. Di dalam kawasan terdapat sejumlah fasilitas seperti :
Empat Shelter istirahat di sepanjang jalur
Lima jembatan di sepanjang jalur
Rambu pengamanan dan etika berwisata (lebih dari 20 titik)
Tali pengaman di jalur menanja
Pagar pengaman di Puncak Batu Bulan
Area camping berkapasitas 30 orang
Tiga toilet
Dapur umum
Seluruh sarana tersebut disiapkan untuk memastikan pengunjung merasa lebih aman, nyaman, dan terbantu selama beraktivitas di kawasan Lubuk Baji.
Joko menegaskan bahwa tarif kunjungan ke kawasan wisata tersebut sudah diatur secara nasional, dan berbeda antara wisatawan lokal dan asing.
| Tanpa Sinyal, Siswa SD di Karimata Berburu Internet Demi Ikuti TKA 2026 |
|
|---|
| Mahasiswa Poltesa Ajak Perkuat Kesadaran Isu Kekerasan Seksual di Kampus |
|
|---|
| Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi, Warga dan Disnaker Kota Singkawang Beri Tanggapan |
|
|---|
| Lestarikan Adat dan Budaya, Desa Senakin Gelar Ritual Nabo' Panyugu Dalam Roah Perdana |
|
|---|
| Satgas PAD Temukan Aktivitas Tambang Diduga di Luar IUP, Pajak MBLB Menjadi Wajib |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ecamatan-Sukadana-Kabu.jpg)