Kecelakaan di Malaysia, Teja Warga Tambatan Sambas Dirawat, Perlu Biaya Operasi
Lades bilang, akibat kecelakaan itu bagian kaki Teja luka parah bahkan nyaris putus. Korban sempat mendapat penanganan medis di Malaysia
Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Keluarga Teja berada di ambang kegalauan antara merawat sakit Teja di kampung atau segera mengoperasinya di Rumah Sakit. Beban biaya operasi yang tak murah membuat keluarga bimbang.
- Lades mengungkapkan, Teja mengalami insiden kecelakaan lalu lintas di Serawak Malaysia. Ia tertabrak mobil saat berhenti sejenak di salah satu ruas jalan di sana.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Teja (35) kini hanya mampu terbaring lemah di atas kasur Rumah Sakit Abdul Aziz Singkawang, Kalimantan Barat. Sudah sepuluh hari ia menahan sakit akibat kecelakaan kerja di Serawak Malaysia, Minggu 30 November 2025.
Keluarga Teja berada di ambang kegalauan antara merawat sakit Teja di kampung atau segera mengoperasinya di Rumah Sakit. Beban biaya operasi yang tak murah membuat keluarga bimbang.
"Sudah sekitar 10 hari ia terbaring sakit, kaki Teja mengalami luka berat, harus dioperasi segera," kata Lades, kerabat Teja, sekaligus Kepala Dusun Sebataan, Desa Tambatan, Kecamatan Teluk Keramat, Minggu 30 November 2025.
• Ikatan Keluarga Mahasiswa Sambas Ramah Tamah Bareng Bupati Satono di Yogyakarta
Lades mengungkapkan, Teja mengalami insiden kecelakaan lalu lintas di Serawak Malaysia. Ia tertabrak mobil saat berhenti sejenak di salah satu ruas jalan di sana.
"Ia tertabrak mobil, informasi saat berhenti di sebuah jalan, ia mau mengecek ban mobil, tiba-tiba dari arah belakang sebuah mobil menabraknya," kata Lades bercerita.
Lades bilang, akibat kecelakaan itu bagian kaki Teja luka parah bahkan nyaris putus. Korban sempat mendapat penanganan medis di Malaysia hanya sekedar menahan kakinya.
"Kakinya yang parah akibat kecelakaan, sempat dibawa di rumah sakit di sana hanya memasang besi untuk menahan kakinya," ucap Lades.
Setelah itu, Teja dipulangkan menuju Indonesia untuk mendapat penanganan dari pihak keluarga dan rumah sakit di Indonesia. Kata Lades, korban Teja tak tercatat sebagai PMI resmi.
"Teja ini pergi ke Malaysia sebagai PMI tapi yang non prosedural, bekerja sebagai sopir di sana, ia biasa membawa barang," katanya.
Teja sudah sepuluh tahun bekerja di Malaysia sejak 2015. Namun karena alasan ekonomi Teja nekad bekerja ke sana lewat jalur non prosedural.
"Pergi ke Malaysia sekitar 2015, sudah 10 tahun di sana, lalu keluarga dapat kabar ia kecelakaan pada 21 November 2025 lalu," tuturnya.
Lades mengatakan, saat ini keluarga berencana melakukan operasi Teja di rumah sakit yang ada di Pontianak. Operasi itu dilakukan untuk melepas penyangga besi di kakinya.
"Keluarga ingin ambil langkah operasi, untuk lepas besi di kakinya itu, tapi berunding lagi karena biayanya cukup mahal," ucapnya.
Dia mengatakan, keluarga berharap Teja segera di operasi demi kesembuhannya. Pihak keluarga berupaya mencarikan dana maupun sumbangan dari darmawan yang mau memberikan bantuan.
"Keluarga masih usaha buat cari dananya untuk operasi, apakah nanti pinjam kemana, tapi usaha lain kita infokan ke sejumlah pihak-pihak yang bisa membantu," tuturnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
kecelakaan lalu lintas
kecelakaan
Malaysia
Sambas
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Kalbar
Kalimantan Barat
Minggu 30 November 2025
| Satgas Yonarhanud 1/PBC Kostrad Tangkap Oknum Wartawan Bawa 1.659 Pil Ekstasi |
|
|---|
| Polisi Ringkus Seorang Wanita Pengedar Sabu di Kabupaten Sambas |
|
|---|
| Kemenkum Kalbar Sebut Sengketa Kekayaan Intelektul di Kalbar kondusif |
|
|---|
| Vihara Tridharma Catur Arya Satyani Bagikan 1000 Sembako ke Warga Pemangkat |
|
|---|
| Nilai UTBK Tertinggi Tak Hanya Sekolah di Perkotaan, Syarif : Pemerataan Pendidikan Mulai Terlihat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ALAMI-KECELAKAAN2354rw34e.jpg)