Gerakan Satu Telur, Kolaborasi Pertamina dan Pemkab Kubu Raya Tekan Angka Stunting

Rasyd Krisdyanto, AFT Manager Supadio, menyampaikan bahwa keterlibatan Pertamina bukan sekadar bantuan, melainkan bagian dari

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
GERAKAN SATU TELUR - Peluncuran Gerakan Satu Telur (Gestur), sebuah program inovatif berbasis komunitas yang mendorong konsumsi telur bersama Pertamina dan Diskes Kubu Raya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Kesehatan resmi meluncurkan Gerakan Satu Telur (Gestur), sebuah program inovatif berbasis komunitas yang mendorong konsumsi telur sebagai sumber protein hewani terjangkau,  bagi bayi bawah dua tahun (baduta) yang mengalami atau berisiko stunting.

Program ini menargetkan 1.266 anak baduta di 16 kecamatan di Kubu Raya. Dukungan terhadap program Gestur juga datang dari AFT Supadio, yang berperan aktif dalam sinergi multipihak untuk mempercepat penurunan angka stunting di daerah.

Rasyd Krisdyanto, AFT Manager Supadio, menyampaikan bahwa keterlibatan Pertamina bukan sekadar bantuan, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

Diduga Suami Bakar Kasur Akibat Cekcok dengan Istri Hanguskan Seluruh Bangunan Rumah di Kubu Raya

“Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, kami mendukung Gestur melalui dukungan logistik, edukasi, serta penguatan kapasitas kader. Kami percaya perubahan dimulai dari keluarga dan komunitas. Fokus CSR kami memang telah lama diarahkan pada kesehatan ibu dan anak serta ketahanan keluarga di sekitar wilayah operasi, termasuk di Kubu Raya,” jelasnya.

Dukungan ini juga sejalan dengan agenda nasional percepatan penurunan stunting yang menekankan pentingnya intervensi gizi di tingkat rumah tangga, serta penguatan layanan dasar kesehatan melalui keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

Senada dengan itu, Edi Mangun, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam penanganan masalah gizi di daerah.

“Gestur adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat saling menguatkan. Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga soal masa depan generasi. Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mendukung program berbasis komunitas yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan Gestur akan melibatkan pemerintah desa sebagai garda terdepan, mulai dari pendataan sasaran, pendistribusian telur harian, hingga evaluasi dan pelaporan perkembangan anak peserta program.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, H. Siswani, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan terletak pada integrasi lintas sektor dan keberlanjutan intervensi.

“Untuk memastikan intervensi tepat sasaran dan berkelanjutan, desa memegang peran penting sebagai pelaksana harian program, mulai dari pendataan dan validasi sasaran, distribusi layanan harian, hingga monitoring, evaluasi, dan pelaporan dampak program,” jelasnya.

Dengan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat, program Gestur diharapkan menjadi langkah strategis dalam menurunkan angka stunting sekaligus membentuk generasi baru yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.

Program ini juga merupakan bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG No. 2: Mengakhiri Kelaparan (Zero Hunger) dan SDG No. 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being). 

Melalui program seperti Gestur, Pertamina mendorong intervensi gizi yang berkelanjutan dan inklusif demi masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved