Bappeda Sintang Gandeng UNKA Kaji Tradisi Budaya dan Keanekaragaman Hayati
Kajian tersebut dilakukan oleh tim peneliti multidisiplin ilmu dari Universitas Kapuas (UNKA) Sintang, melibatkan akademisi dari bidang sosial
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bappeda Kabupaten Sintang menggandeng Universitas Kapuas (UNKA) untuk mengkaji tradisi budaya Dayak Desa dan memetakan keanekaragaman hayati di Kecamatan Sepauk.
Hasil kajian ini akan menjadi data penting bagi perencanaan pembangunan dan pengajuan warisan budaya tak benda.
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Deddy Irawan, menegaskan bahwa pembangunan daerah harus didukung perencanaan yang baik dan berbasis data.
“Dasar untuk membuat perencanaan yang baik haruslah berbasis data. Dalam upaya mengumpulkan data yang valid, kami bekerja sama dengan para akademisi dari universitas yang ada di Sintang. Karena yang paling mengenal Sintang tentu masyarakat Sintang itu sendiri,” ujar Deddy saat membuka kegiatan Desiminasi Hasil Kajian Budaya tentang tradisi Ngemaik Anak Manik Ke Aik di Kelompok Masyarakat Dayak Desa, serta Analisis Profil Keanekaragaman Hayati (Kehati) pada areal berhutan di Kecamatan Sepauk.
• Saksikan Kemeriahan MTQ di Kapuas Hulu, Bupati Sintang: Semoga Berjalan Lancar
Kajian tersebut dilakukan oleh tim peneliti multidisiplin ilmu dari Universitas Kapuas (UNKA) Sintang, melibatkan akademisi dari bidang sosial, kehutanan, hingga biologi.
Kajian budaya kali ini menghasilkan data pendukung untuk pengajuan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke Kementerian Kebudayaan.
Hasil penelitian berupa naskah akademik dan video dokumenter juga akan digunakan untuk pengajuan Hak Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) oleh Pemkab Sintang.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Pemkab Sintang, khususnya Bappeda, yang memberi kesempatan kepada dosen-dosen muda untuk berkontribusi pada proses pembangunan di tanah mereka sendiri melalui berbagai disiplin ilmu yang dimiliki,” ungkap Antonius, Rektor UNKA Sintang.
Sementara itu, kajian profil Kehati di areal berhutan menjadi basis penting bagi penyediaan data konservasi di Kabupaten Sintang.
Dalam penyusunan buku basis data ini, para peneliti mengidentifikasi 206 jenis tumbuhan dari tiga tipe hutan, dengan indeks keanekaragaman yang bervariasi pada kategori sedang hingga tinggi. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Bappeda Sintang
Unka
Unka Sintang
Sintang
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Kalimantan Barat
Kalbar
Senin 15 September 2025
| Kecamatan Ngabang : Jantung Ekonomi dan Pusat Kemajuan Kabupaten Landak |
|
|---|
| Terduga Pencuri Helm dan Mangga Diamankan, Warga Mengaku Resah Maraknya Aksi Pencurian |
|
|---|
| Ria Norsan Ajak Masyarakat Hidupkan Nilai Pancasila Menuju Indonesia Emas 2045 |
|
|---|
| Pemprov Kalbar Imbau Stabilitas Harga Sawit di Tengah Wacana Ekspor Satu Pintu |
|
|---|
| 4 Channel TVRI Tersedia, Didukung 9 Titik Pemancar di Kalbar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Hasil-Kajian-Budaya2q34eq.jpg)