Wabah Hantavirus

Misteri Wabah di MV Hondius: WHO Selidiki Dugaan Penularan Hantavirus

Dalam penyelidikan awal, WHO menduga telah terjadi penularan hantavirus antarmanusia di atas kapal tersebut.

Tayang:
Editor: Dhita Mutiasari
cruisemapper
KAPAL MV HONDIU - Tiga penumpang tewas di kapal pesiar Atlantik akibat dugaan hantavirus belum lama ini. World Health Organization (WHO) mengeluarkan peringatan terkait wabah yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius. 

Ringkasan Berita:
  • World Health Organization (WHO) mengeluarkan peringatan terkait wabah hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius
  • Dalam penyelidikan awal, diduga terjadi penularan antarmanusia di atas kapal.
  • Sebanyak tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia, yakni pasangan suami istri asal Belanda dan satu warga Jerman. 
  • Namun, baru satu korban yang dipastikan meninggal akibat hantavirus, sementara dua lainnya masih dalam penyelidikan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID -   World Health Organization (WHO) mengeluarkan peringatan terkait wabah yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius.

Dalam penyelidikan awal, WHO menduga telah terjadi penularan hantavirus antarmanusia di atas kapal tersebut.

Wabah ini dilaporkan menyebabkan tiga orang penumpang meninggal dunia saat perjalanan berlangsung.

Ketiga korban terdiri dari pasangan suami istri warga negara Belanda dan satu orang warga negara Jerman.

Namun, hingga kini baru satu korban yang dipastikan meninggal akibat hantavirus, yakni seorang perempuan asal Belanda.

Sementara dua korban lainnya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan dari hewan pengerat seperti tikus dan mencit melalui urine, feses, atau air liurnya.

Selain korban meninggal, operator kapal juga melaporkan dua anggota kru mengalami gejala gangguan pernapasan yang diduga berkaitan dengan infeksi tersebut.

Waspada Virus Nipah, Pemerintah Distribusikan Reagen PCR untuk Indonesia

Mengenal Kapal Pesiar MV Hondius

MV Hondius merupakan kapal pesiar ekspedisi ramah lingkungan yang dirancang khusus untuk berlayar di perairan ekstrem, terutama wilayah kutub.

Kapal sepanjang sekitar 147 meter ini diluncurkan pada tahun 2019 dan mampu menampung hingga 170 penumpang.

Kapal ini biasanya melayani rute pelayaran ke Antartika saat musim dingin di Amerika Utara, serta ke wilayah Arktik saat musim panas.

Perjalanan menggunakan MV Hondius berdurasi antara 10 hingga lebih dari 19 hari, dengan tarif mulai dari 7.500 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 135 juta per orang.

Umumnya, pelayaran dimulai dari Ushuaia, Argentina, menuju Antartika dengan tujuan memberikan pengalaman melihat satwa liar seperti penguin dan paus di habitat aslinya.

Di dalam kapal, penumpang disediakan fasilitas akomodasi setara hotel bintang empat, lengkap dengan berbagai jenis kabin, kamar mandi pribadi, televisi, hingga akses Wi-Fi.

Selama pelayaran, penumpang dilayani oleh sekitar 71 kru dan staf, termasuk tim ekspedisi dan tim hotel.

Fakta Wabah Hantavirus di Atas Kapal

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved