Genjot Infrastruktur, Gubernur Ria Norsan Targetkan Kenaikan IPM Kalbar di 2026

Infrastruktur jalan dinilai berperan penting dalam memudahkan mobilitas pelajar, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta distribusi layanan publik

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri
WAWANCARA - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan usai di wawancarai di Kantor Gubernur Kalbar, pada Senin 5 Januari 2026. Ia menegaskan, peningkatan IPM tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan infrastruktur yang memadai, terutama konektivitas antarwilayah yang selama ini menjadi kendala di sejumlah daerah pedalaman. 
Ringkasan Berita:
  • IPM itu tidak hanya soal pendidikan dan kesehatan, tapi juga bagaimana akses masyarakat ke layanan tersebut bisa lebih mudah. Karena itu infrastruktur kita dorong bersamaan.
  • Ia menjelaskan, Pemprov Kalbar berkomitmen mempercepat pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan strategis pada 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu penopang utama peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2026, khususnya dalam membuka akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.

Gubernur Kalbar Ria Norsan menegaskan, peningkatan IPM tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan infrastruktur yang memadai, terutama konektivitas antarwilayah yang selama ini menjadi kendala di sejumlah daerah pedalaman.

“IPM itu tidak hanya soal pendidikan dan kesehatan, tapi juga bagaimana akses masyarakat ke layanan tersebut bisa lebih mudah. Karena itu infrastruktur kita dorong bersamaan,” ujar Ria Norsan, usai memimpin apel perdana Pemprov Kalbar, Senin 5 Januari 2026.

Ia menjelaskan, Pemprov Kalbar berkomitmen mempercepat pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan strategis pada 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Apel Perdana 2026, Gubernur Ria Norsan Paparkan Capaian 2025 dan Target Prioritas Kalbar

Infrastruktur jalan dinilai berperan penting dalam memudahkan mobilitas pelajar, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta distribusi layanan publik lainnya.

Selain fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan, Ria Norsan menyampaikan target jangka menengah pemerintah provinsi adalah mengangkat posisi IPM Kalbar agar tidak lagi tertinggal dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan.

“Target kita jelas, pada 2030 IPM Kalbar tidak lagi berada di posisi bawah. Kita ingin Kalbar bisa berada di peringkat dua se-Kalimantan,” tegasnya.

Pada 2026, pemerintah memprioritaskan penyelesaian enam ruas jalan strategis, di antaranya Pesaguan-Kendawangan serta Sukadana-Teluk Batang. Ruas Sukadana-Teluk Batang ditargetkan rampung sebelum Agustus 2026 guna mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional.

“Jalan Sukadana-Teluk Batang kita upayakan selesai sebelum Agustus 2026,” katanya.

Sementara itu, ruas Ketapang-Sukadana telah rampung sepenuhnya. Pemerintah juga kembali membuka akses dari Prawas menuju Kayung Utara setelah seluruh jembatan yang sebelumnya rusak selesai diperbaiki. 

Dengan kondisi tersebut, waktu tempuh menuju Kayung Utara kini dapat dipangkas menjadi sekitar enam jam.

“Kalau akses jalan sudah baik, anak sekolah lebih mudah berangkat, layanan kesehatan lebih cepat dijangkau, dan ekonomi masyarakat bergerak. Ini semua berdampak langsung pada IPM,” tutup Ria Norsan. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved