KHAZANAH ISLAM

Puasa Qadha Ramadhan: Niat, Tata Cara, dan Batas Waktu yang Wajib Diketahui

Bulan Syawal menjadi periode yang sangat dianjurkan untuk melunasi utang puasa ini.

Editor: Dhita Mutiasari
Freepik.
PUASA QADHA - Ilustrasi menu buka puasa saat mengganti puasa Ramadhan diupload Selasa (31/3/2026). Bulan Syawal menjadi periode yang sangat dianjurkan untuk melunasi utang puasa ini. 

Ringkasan Berita:
  • Setelah bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, sebagian umat Islam masih memiliki kewajiban mengganti (qadha) puasa yang ditinggalkan karena alasan syar’i seperti sakit, haid, atau perjalanan.
  • Puasa qadha hukumnya wajib dan harus dilakukan sebelum datangnya Ramadhan berikutnya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185.
  • Bulan Syawal menjadi waktu yang dianjurkan untuk mulai mengganti puasa, meskipun sebenarnya dapat dilakukan kapan saja hingga sebelum Ramadhan berikutnya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Setelah bulan Ramadhan berakhir dan umat Islam merayakan Idul Fitri, sebagian orang masih memiliki kewajiban yang belum selesai yakni hutang puasa Ramadhan.

Kondisi ini biasanya terjadi karena alasan yang dibenarkan, seperti sakit, haid, atau sedang dalam perjalanan.

Hutang ini wajib dibayar (Qadha) sebelum datangnya Ramadan berikutnya.

Bulan Syawal menjadi periode yang sangat dianjurkan untuk melunasi utang puasa ini.

Puasa qadha Ramadhan merupakan ibadah wajib yang harus ditunaikan sebagai bentuk tanggung jawab seorang Muslim terhadap perintah agamanya.

Pemahaman yang benar tentang niat, waktu pelafalan, serta hukum-hukum terkait puasa ganti ini menjadi krusial agar ibadah yang dilaksanakan sah dan diterima Allah SWT.

Baca juga: Tata Cara Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syawal, Lengkap Niat dan Waktu Pelaksanaannya

Batas Waktu Membayar Hutang Puasa

Kewajiban qadha puasa berlaku setiap tahun bagi yang memiliki hutang puasa.

Usahakan untuk menyelesaikannya sebelum bulan suci Ramadan di tahun berikutnya tiba.

Namun, disarankan untuk menggantinya secepat mungkin agar tidak menumpuk.  

Hukum Mengganti Puasa Ramadhan

Mengganti puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi yang meninggalkannya karena uzur.

Allah SWT berfirman bahwa orang yang sakit atau dalam perjalanan wajib mengganti puasa di hari lain. Oleh sebab itu, hutang puasa tidak boleh diabaikan.

Selain itu, menunda tanpa alasan yang jelas juga tidak dianjurkan.

Mengqadha puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi mereka yang meninggalkannya dengan alasan syar'i.

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an: 

"Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkan itu, pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 185)  

Niat Puasa Qadha

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved