Khasanah Islam

Daftar Bacaan Surah Pendek Sholat Dhuha Lengkap Keutamaan Dhuha

Menurut para ulama, 15 menit setelah matahari syuruq (terbit) karena posisinya mulai meninggi.

Tayang:
Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
SHOLAT DHUHA - Berikut bacaan dan tata cara sholat Dhuha . Banyak keutamaan bagi yang rutin mengerjakan amalan sholat dhuha. 

Ringkasan Berita:“Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan dalam keadaan memiliki 360 persendian” (HR. Muslim no. 1007).
Ringkasan Berita:“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berikut bacaan surah pendek sholat sunah dhuha yang bisa dikerjakan. 

Sholat sunah dhuha merupakan satu diantara amalan yang mempunyai banyak keutamaan. 

Sehingga umat Islam sangat dianjurkan untuk mengerjakannya. 

Tentunya sebelum itu kit  diwajibkan lenih dulu menunaikan sholat wajib lima waktu yakni Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. 

Dikutip dari laman Lampung NU, Sholat  dhuha merupakan sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi hari setelah matahari terbit hingga sebelum waktu shalat zuhur.

Dikutip dari laman Zakat.or.id , adapun batas sholat dhuha yakni setelah matahari terbit secara utuh.

Menurut para ulama, 15 menit setelah matahari syuruq (terbit) karena posisinya mulai meninggi.

Adapun untuk batas awal aman untuk melakukan sholat dhuha yaitu jam 08.00 pagi.

Baca juga: Jam Berapa Waktu Terbaik Sholat Tahajud Malam Ini Lengkap Tata Cara dan Niat

Selain itu perlu juga di ketahui ada tiga waktu haram untuk melakukan sholat dhuha.

Pertama, sesudah sholat subuh hingga saat matahari masih di fase terbit.

Lalu kedua, saat memasuki waktu zuhur hingga matahari tergelincir ke arah barat.

Ketiga, pada waktu matahari hampir terbenam.

Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW:

"Matahari terbit dengan diikuti setan.

Pada waktu mulai terbit, matahari berada dekat dengan setan, dan ketika telah mulai meninggi berpisah darinya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved